Warga Merauke Rela Antri Minyak Goreng Murah
Warga Merauke antri minyak goreng murah di Kantor Kelurahan Mandala, Distrik Merauke pada Senin (14/3/2022).  Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Warga Merauke antri minyak goreng murah di Kantor Kelurahan Mandala, Distrik Merauke pada Senin (14/3/2022). Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik - Ratusan warga Merauke, Papua rela antri demi mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau di Kantor Kelurahan Mandala, Distrik Merauke pada Senin (14/3/2022). 

Pasar murah minyak goreng ini terlaksana atas inisiatif PT Agriprima Cipta Persada (ACP), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit di Merauke. 

Perusahaan ini bekerja sama dengan PT Agrinusa Persada Mulia (APM) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi guna memasarkan minyak goreng murah di 11 kelurahan di Distrik Merauke serta Distrik Muting dan Eligobel. 

"Kami menyiapkan minyak goreng sebanyak 100 ton bagi masyarakat. Hal ini untuk menjawab kelangkaan minyak goreng," kata Ahmad Saiun, Regional Head Papua PT ACP. 

Ahmad menyebut, harga minyak goreng di pasaran Merauke berkisar Rp21.000 per liter. Mereka menjual dengan harga Rp13. 500 per liter. 

"Kami ingin ikut menstabilkan harga minyak goreng di Merauke. Kuota yang disiapkan untuk tiap kelurahan bervariasi, sesuai jumlah kepala keluarga, berkisar 5000 hingga 7000 liter," sebut dia. 

Untuk memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau, warga wajib membawa kartu keluarga saat membeli dan juga dibatasi 5 liter untuk tiap keluarga. 

"Nanti kalau ada sisa, maka kami akan pasarkan kembali di tahap dua. Hingga 100 ton itu benar-benar terdistribusi ke masyarakat," imbuhnya. 

Lurah Mandala, Junaidi memberikan apresiasi kepada dua perusahaan sawit tersebut, karena turut membantu masyarakat setempat mendapatkan minyak goreng dengan harga yang murah. 

"Jumlah keluarga di kelurahan kami sebanyak 1100 kepala keluarga. Mudah-mudahan kuota yang disiapkan ini bisa memenuhi," kata Junaidi. 

Salah seorang warga Mandala, Urbanus Wetipo mengungkapkan bahwa ia rela antri untuk mendapatkan minyak goreng, mengingat saat ini harganya cukup 'meroket' di pasaran. 

"Terima kasih kepada perusahaan dan pemerintah daerah Merauke yang melaksanakan program ini," kata Wetipo. 

Warga lainnya, Kartini Nika mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah khusus minyak goreng itu. Selain harga di pasaran cukup tinggi, minyak goreng juga mulai langka di Merauke. 

"Saya menjual gorengan setiap hari. Harga minyak goreng di toko sangat mahal. Kami bersyukur dengan adanya pasar murah ini," kata dia. (Eman Riberu)