Warga Serbu Daging Sapi Segar yang Tembus Rp180 Ribu
Salah satu lapak penjualan daging sapi segar di Jalan Hasanuddin Timika. Foto: Anti/ Papua60detik
Salah satu lapak penjualan daging sapi segar di Jalan Hasanuddin Timika. Foto: Anti/ Papua60detik

Papua60detik - Jelang lebaran yang tinggal menghitung hari, warga muslim di Kota Timika mulai melakukan persiapan dengan berbelanja kebutuhan dapur. Salah satu adalah daging sapi segar.

Meski harganya melambung sampai Rp180 ribu per kilogram, daging segar tetap diserbu.

Alya salah satu pembeli mengatakan ia memilih membeli daging sapi segar karena jarang ditemukan di Timika. Biasanya yang ada hanya daging beku.

“Inikan jarang dan pas sekali disediakan di lebaran jadi kita beli. Kita mau makan yang segar-segar selama inikan kita hanya dapat daging sapi beku saja,” tutur Alya kepada Papua60detik, Sabtu (30/4/2022).

Pembeli tidak mempermasalahkan harga. Menurut mereka harga ini sudah wajar karena memang populasi sapi masih sangat kurang di Mimika.

Harga daging sapi segar ini memang lebih mahal Rp40 ribu dibandingkan daging sapi beku yang hanya Rp140 ribu saja. Harga ini mengalami peningkatan Rp20 ribu dibanding beberapa hari sebelumnya yang masih berada di harga Rp120 ribu.

Jaja seorang pedagang dan juga peternak sapi mengatakan sengaja menyembelih sapinya karena ia tahu permintaan daging sapi segar di Timika selalu tinggi.

“Bukan hanya lebaran kita siapkan daging segar, kadang juga kalau Natal kita juga siapkan karena kan memang masyarakat cari daging segar,” ungkapnya.

Ia mengatakan harga jual yang diberikan dilihat dari harga sapi beku, jika sapi beku naik, makaharga daging segar pun akan naik.

“Kan tidak mungkin daging beku mahal terus kita yang kasih turun,” tuturnya. 

Menurutnya harga Rp180 ribu ini akan bertahan hingga H-1 lebaran besok. (Anti)