Warga Utikini Tolak Alih Kepemilikan Klinik PT Freeport ke Pemerintah
Papua60detik - Warga Kampung Utikini di SP12 SP9 dan SP7 menolak keras alih kepemilikan klinik milik PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemkab Mimika, Jumat (9/7/2021).
Baca Juga: TNI Tambah Personel di Lokasi Rawan Papua
Warga membentangkan spanduk di depan Klinik yang kini bernama Klinik Pemda Utikini Baru itu sebagai bentuk penolakan.
Di panduk warga tertulis, “Kami masyarakat SP12, SP9, SP7 Utikini Pomako Menolak Dengan Keras Penyerahan Pelayanan Kesehatan Dari PT Freeport Indonesia Kepada Pemkab Mimika. Kami Minta Pelayanan Kesehatan Tetap Dilayani Oleh PTFI”.
Kepala Kampung Utikini Baru, Luther Karginal menyebut, pelayanan kesehatan yang diberikan PTFI kepada masyarakat selama 24 tahun sudah baik.
Jika punya niat meningkatkan pelayanan ke warga, Pemkab seharusnya membangun sebuah Puskesmas.
"Semua masyarakat di sini tolak Pemkab Mimika yang mengambil alih klinik itu. Masyarakat mau supaya klinik itu tetap dikelola PTFI. Kenapa sekarang tiba-tiba sudah ada papan nama klinik itu menjadi milik Dinkes Pemkab Mimika? Masyarakat tidak mau seperti itu. Masyarakat mau klinik itu dikelola Pemkab kalau PTFI sudah tidak ada," ujarnya saat ditemui di Utikini Baru, Jumat (9/7/2021).
Mewakili masyarakat Utikini Baru, SP12, SP9, SP7 Utikini Pomako, Luther menyayangkan putusan pengalihan pengelolaan klinik tersebut tanpa koordinasi dengan aparat pemerintah kampung.
"Saat itu saya (sakit) malaria. Jadi tidak bisa hadir. Dan kemarin saya sudah menghadap ke HRD PTFI untuk mempersoalkan itu," ujarnya tanpa merincikan jawaban yang di dapat dari PTFI.
Ia bercerita, di Utikini Baru hidup 359 kepala keluarga. Mereka dulu dipindahkan dari Utikini lama di Tembagapura. Dengan pemindahan itu, PTFI ikut membangun klinik untuk melayani warga.
Hal yang sama juga disampaikan Ina Tabuni selaku petugas pelayanan khusus edukasi kesehatan masyarakat Utikini. Klinik itu katanya telah melayani warga Utikini selama 24 tahun.
"Masyarakat di sini pindahan dari Utikini lama di Tembagapura pada tahun 1998. Sejak PTFI ada, pelayanan kesehatan dari Malcom sudah berjalan dan kemudian klinik itu berdiri," ujarnya.
PTFI menyerahkan tiga Klinik SP 9, Pomako, dan SP 12) kepada Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan pada Kamis (24/06/2021) lalu.
PTFI sebenarnya tak lepas tangan. Dalam kesepakatan kemitraan yang ditandatangani, PTFI akan mendukung pemerintah dalam pemeliharaan gedung dan operasional klinik. Pemkab mengambil peran dalam pengadaan dokter, dan tenaga penunjang medis (analisis Kesehatan, ahli gizi, apoteker, perawat, bidan dan ahli Kesehatan lingkungan) serta pengadaan obat-obatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengatakan penyerahan tiga klinik itu sudah didiskusikan sejak 2019. Ia memastikan, alih kepemilikan tidak berdampak pada pelayanan. (Salmawati Bakri)