Waspada Cacing di Hati Hewan Kurban

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika mengawasi pemotongan hewan kurban di Masjid Miftahul Huda, Jalan Hasanuddin Mimika, Selasa (20/7/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika mengawasi pemotongan hewan kurban di Masjid Miftahul Huda, Jalan Hasanuddin Mimika, Selasa (20/7/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik


Papua60detik - Dinas Peternakan dan Kesehatan Mimika melakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan daging dan jeroan hewan kurban sehat, aman dan layak konsumsi.

Dari penampilan luar, hewan kurban boleh sehat. Tapi pemeriksaan postmortem diperlukan untuk memastikan organ dalamnya seperti hati dan ususnya juga sehat.

Ketua Panitia Pengawasan Pemotongan Hewan Kurban Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, drh Bakti Erma menjelaskan, bagian hati sapi yang paling perlu di perhatikan. Hati sapi yang sehat berwarna merah hati.

“Kalau hati yang tidak bagus itu ada bintik putihnya, kalau dipegang keras nah itu kalau dibelah isinya cacing. Krmudian tekstur di sekitar bintik itu rapuh, cacingnya itu berbentuk seperti daun bukan cacing yang panjang gitu, warnanya seperti hati, jadi harus hati-hati, kadang orang tidak tahu dan mengira itu jaringan hati yang hancur,” jelasnya saat ditemui wartawan di Masjid Miftahul Huda, Jalan Hasanuddin, Mimika, Selasa (20/7/2021).

Dalam pemeriksaan postmortem, katanya, paling sering ditemukan adalah masalah cacing hati. Untungnya, dari sapi yang diperiksa tidak ditemukan cacing di hatinya.

“Postmortem itu mencegah juga agar tidak ada penyakit yang bisa menular ke manusia. Tahun kemarin ada dua tiga ekor yang kami temukan. Mungkin kalau tidak bisa menemukan cacing hati, pastikan saja warnanya, kemudian buang bagian yang ada bintiknya itu," kata Erma.

Pada perayaan Idul Adha 2021 ini ada 63 titik penyembelihan hewan kurban di Mimika. Sayangnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tidak bisa mengawasi semua titik karena keterbatasan tenaga.

Pengawasan hanya di dua lokasi pemotongan dan di 22 masjid. Satu titik diawasi satu petugas. (Fachruddin Aji)




Bagikan :