Waspada Puncak Musim Hujan di Juli
Papua60detik - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika mengingatkan warga akan datangnya memasuki puncak musim penghujan pada Juli nanti.
Forecaster BMKG Timika, Aji Supraptaji mengatakan, curah hujan di Timika mulai meninggi Mei lalu, puncaknya terjadi pada Juli. Curah hujan mulai menurun dprakirakan pada Agustus atau pertengahan September.
"Waspada, antisipasi dari sekarang, drainase dibersihkan. Untuk para petani, pilih tanaman yang cocok di tengah curah hujan tinggi," pesannya, Selasa (16/06/2020).
Apalagi di Kota Timika, beberapa wilayah pemukiman warga memang rentan terendam jika diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.
Para pekerja proyek pun, menurutnya sudah mulai harus berhitung waktu. Curah hujan tinggi dari Juni sampai Agustus bisa saja mengganggu progres pekerjaan.
Hanya pada Juni ini, jelas Aji, hujan masih terjadi pada sore, malam hari dan jelang pagi. Tapi pada Juli nanti hujan bisa berlangsung berhari-hari.
"Kalau di Juli nanti lebih rata, hampir 24 jam untuk waktunya. Istilah di Timika, kita bisa tidak lihat matahari dalam seminggu karena tertutup awan," ujarnya.
Timika, jelas Aji memang merupakan daerah dengan curah hujan tinggi. Standar internasional menetapkan, curah hujan 150 milimeter ke atas sudah masuk kategori musim hujan. Sementara di Timika, rata-rata setiap tahun curah hujan paling rendah ada di angka 300 milimeter.
"Mei sudah 661, nah ini normalnya 501 milimeter berdasarkan klimatologi," kata Aji.
Tingginya curah hujan di beberapa bulan itu jelasnya, karena pergerakan angin dari sisi tenggara yaitu lautan pasifik ke arah Papua. Karena terhalang pegunungan tengah, angin itu berbelok naik ke atas dan mengakibatkan potensi hujan.
"Itu yang signifikan pengaruhnya terjadi pembentukan hujan di Timika," katanya.
Bahkan hasil pengukuran BMKG curah hujan di mile poin 50 adalah salah satu yang tertinggi di dunia. BMKG saat ini sedang mengusulkan ke World Meterological Organization (WMO) agar mile point 50 diakui dan ditetapkan sebagai titik curah hujan paling tinggi di bumi. (Burhan)