World Environment Day dan Komitmen PT Freeport pada Isu Lingkungan
Direktur & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma melepasliarkan kupu-kupu pada peringatan World Environment Day, di Memorial Park Kuala Kencana, Jumat (10/6/2022). Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik
Direktur & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma melepasliarkan kupu-kupu pada peringatan World Environment Day, di Memorial Park Kuala Kencana, Jumat (10/6/2022). Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik

Papua60detik - Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati World Environment Day yang jatuh setiap 5 Juni.

Tahun ini PTFI memusatkan peringatannya di Memorial Park Kuala Kencana. Dibuka Jumat (10/6/2022), acaranya sampai hari Minggu (13/6/2022).

Direktur & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, rangkaian kegiatan sampai puncak peringatan World Environment Day 2022 adalah penegasan kembali komitmen dan dukungan PTFI pada isu lingkungan hidup.

"Suka tidak suka, sebagai perusahaan yang melakukan penambangan di Papua kita dihadapkan dengan isu-isu pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup," kata Claus.

Saat ini dunia internasional, ungkapnya telah menetapkan standar-standar operasi tambang yang salah satunya terkait isu lingkungan hidup.

Baru-baru ini misalnya, PTFI  menyelesaikan audit copper mark. Dari semua isu pada audit itu, yang paling banyak adalah lingkungan hidup.

Soal komitmen dan keseriusan, Claus memastikan PTFI telah berkontribusi pada inisiatif global seperti pada isu pemanasan global dan dan gas emisi.

"Banyak sekali yang kita lakukan. Hari ini kita mulai beralih dari tenaga fuel ke elektrik. Kemudian pembangkit juga sementara diinisiasi, kita tidak menggunakan batu-bara lagi tapi menggunakan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Sejak beralih dari tambang terbuka ke bawah tanah, PTFI berhasil mengurangi emisi sekitar 26 persen karena operasinya lebih banyak menggunakan energi elektrik dibanding fuel.

VP Environmental PTFI Gesang Setyadi mengatakan, PTFI menargetkan mampu mengurangi gas emisi sampai 30 persen dari 2018 ke 2030.

"Upayanya seperti apa, kita lebih banyak menggunakan energi listrik untuk operasi underground, (pembangkit) mengganti batu bara ke LNG. Dan itu mengurangi emisi sampai 50 persen. Rencana (realisasi) tahun 2026-2027. Sekarang lagi proses visibility study sama perizinannya," katanya. (Burhan)