YPMAK Kunjungi Penerima Beasiswa di Unika Soegijapranata Semarang

- Papua60Detik

Mahasiswa peserta beasiswa YPMAK  di Unika Soegijapranata Semarang foto bersama Ketua Pengurus YPMAK yang megunjungi universitas tersebut, Senin (25/8). Foto: Humas YPMAK
Mahasiswa peserta beasiswa YPMAK di Unika Soegijapranata Semarang foto bersama Ketua Pengurus YPMAK yang megunjungi universitas tersebut, Senin (25/8). Foto: Humas YPMAK

Papua60Detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pendidikan di Kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/8/2025).

Kunjungan dipimpin Ketua Pengurus, Dr Leonardus Tumuka, didampingi Sekretaris Pengurus, Kristianus Ukago, Wakil Ketua Pengurus Bidang Perencanaan Program, Feri Magai Uamang, Wakil Ketua Pengurus Bidang Pemantauan/Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hendaotje Watori, Deputi Wakil Ketua  Bidang Monev, Fransiskus Xaverius Wanmang serta Staf Program Pendidikan dan Monev Pendidikan YPMAK.

Leonardus Tumuka mengatakan kunjungan ke Unika Soegijapranata ini, untuk bertemu langsung  dengan penerima beasiswa dan juga memperkuat komitmen belajar para mahasiswa.

"Kita kunjungan ke Unika karena mereka mitra kita yang mengelola beasiswa. Selain itu, kita hadir sebagai orang tua untuk memberikan motivasi agar adik-adik ini semakin giat belajar," ujarnya.

Di hadapan mahasiswa penerima beasiswa, Leonardus berpesan untuk terus meningkatkan kualitas akademik,  mengembangkan diri dan juga membangun jejaring sosial yang baik dengan siapa saja, dari daerah mana pun di lingkungan kampus.

"Manfaatkan beasiswa ini dengan baik dan selesaikan studi tepat waktu," pesan Leo.

Kesempatan yang sama, Feri Magai Uamang menegaskan target lamanya waktu kuliah bagi seluruh peserta beasiswa YPMAK yang menempuh pendidikan di universitas, empat sampai lima tahun atau 8 semester sampai 10 semester. Target ini telah disampaikan kepada mitra dan juga mahasiwa penerima beasiswa.

"Kemarin kita tegaskan di Unika, target waktu ini menjadi atensi kita bersama, baik peserta beasiswa maupun mitra  pengelola, sehingga mereka bisa selesaikan studi sesuai batas waktu yang kita berikan," tegas Feri.

YPMAK akan mengambil langkah tegas untuk memutuskan kepesertaan beasiswa kepada mahasiswa yang tidak menyelesaikan kuliah tepat waktu.

"Kalau mereka tidak lulus sesuai dengan target, maka kita putuskan beasiswanya, karena masih banyak anak-anak Amungme dan Kamoro yang mengantri menunggu beasiswa masuk perguruan tinggi," ungkapnya.

Sementara Hendaotje Watori mengatakan para peserta beasiswa harus mampu memenuhi standar Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 2,75 sampai 3,00.

"Saat ini kita datang untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Setelah kami memberikan pemahaman kepada mahasiswa penerima beasiswa di Unika, kita menegaskan bahwa belajar itu tidak main-main dan  santai, karena ada standar akademik untuk mengukur keberhasilan yaitu  IPK  yang harus bisa dicapai," ujar Watori.

Ia menegaskan, YPMAK akan mengevaluasi mahasiswa penerima beasiswa yang tidak memenuhi standar IPK yang telah ditentukan tersebut.

"Setelah dievaluasi dan hasilnya masih sama, tidak ada peningkatan IPK, maka akan ada rekomendasi yang akan  dibawakan untuk menjadi sebuah keputusan," kata Watori.

Sementara itu, Koordinator Progam Pendamping Mahasiswa Timika  Papua (PPMTP) Unika Soegijapranata,

Albertus Istiarto menyebut sebanyak 32 mahasiswa penerima beasiswa YPMAK, kini menempuh pendidikan di universitas tersebut.

"Kalau angkatan 2019 itu sisa empat orang, dan angkatan 2024 ada 28 orang," ungkap Albert, saat menerima kunjungan Pengurus YPMAK, Senin (25/8).

Albert mengakui, pekembangan akademik mahasiswa selama satu tahun menempuh pendidikan di kampus tersebut belum mengalami peningkatan maksimal.

"Tapi saya harapkan di semester tiga ini mereka berani memperbaiki nilai-nilai yang mereka dapatkan," ucapnya.

Albert menambahkan, dalam keseharian di dalam kampus,  para mahasiswa peserta beasiswa dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik  dengan rekan-rekan mahasiswa dari daerah lain.

"Sikapnya baik, mereka sekarang lebih banyak berinteraksi dengan mahasiswa luar. Dulu mereka menyendiri dan berkelompok, sekarang sudah berbaur dengan mahasiswa luar dan saya juga harapkan seperti itu," kata Albert. (Joe Situmorang)




Bagikan :