Aksi Mimbar Bebas Mahasiswa Tolak DOB Paniai Dibubarkan Tim Pemekaran
Papua60detik - Aksi mimbar bebas Solidaritas Mahasiswa Paniai se-Indonesia di Nabire yang menyatakan penolakan terhadap pemekaran Daerah Otonomi Baru DOB di Kabupaten Paniai dibubarkan paksa oleh tim pemekaran DOB Senin (18/5/2026) pagi.
Setelah sempat bersitegang, akhirnya kedua kelompok berdialog.
Baca Juga: PWKI Mimika Muscab II
Kepala Dewan Adat Moni Aten Bagau menyatakan, DOB Kabupaten Moni telah diperjuangkan berpuluh tahun, selama perjuangan ini banyak keluarga yang meninggal demi perjuangan DOB. Dalam rentang waktu perjuangan itu, tak sedikit korban jatuh.
"Tujuan perjuangan pemekaran ini kami bukan ingin menguasai jabatan di legislatif dan eksekutif tetapi bagaimana kita bisa menikmati kesehatan, pendidikan, ekonomi yang baik," ujar Aten Bagau.
Ia menyatakan hingga kini, pembangunan di wilayah terpencil belum tercapai. Sebab itu, sesuai aspirasi rakyat, intelektual Moni menggagas DOB untuk mendekatkan pelayanan pemerintah.
"Yang mengatasnamakan mahasiswa dan intelektual, datang ke sekretariat kami, kami siap melayani," ujarnya.
Sementara, Korlap aksi Arnold Pigai menyoroti dampak pemekaran DOB yamg akan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua, terutama terkait ruang hidup, ekologi, ekonomi lokal, serta identitas budaya masyarakat setempat.
Mahasiswa Paniai menyampaikan empat poin utama penolakan, yakni ekspansi investasi yang dianggap menggusur hak ulayat masyarakat adat, arus transmigrasi yang dinilai mengancam budaya lokal, militerisasi yang mempersempit ruang hidup rakyat sipil, serta perusakan alam yang berdampak pada hutan, sungai, dan sumber air bersih masyarakat. (Elia Douw)