Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Papua Tertinggi Kedua di Indonesia
Papua60detik - Peningkatan jumlah kasus covid-19 di Provinsi Papua terus terjadi. Jumat (24/04/2020) sebanyak 137 kasus positif terkonfirmasi laborarium, 38 dinyatakan sembuh dan tujuh orang meninggal dunia.
Jika dhitung, angka kesembuhan rata-rata pasien covid-19 di Papua bisa mencapai 27,7 persen, angka kematian rata-rata di posisi 5,1 persen.
Persentase itu menunjukkan penanganan kasus covid-19 di Papua sesungguhnya lebih baik dibanding banyak daerah lain di Indonesia.
"Dibandingakan dengan daerah lain di Indonesia, Provinsi Papua menempati urutan kedua setelah Bali yang angka kesembuhannya tinggi. Jadi kerja keras teman-teman ini luar biasa. Kita terus memberi dukungan penuh kepada semua petugas kesehatan kita," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule.
Angka kematian rata-rata pasien pun terbilang rendah. Sumule menyebut, angka kematian pasien covid-19 di Papua berada urutan ketiga terendah di Indonesia.
Padahal jika dibandingkan dengan daerah lain, fasilitas, peralatan dan jumlah tenaga kesehatan di Papua kalah jauh dari provinsi-provinsi lain.
Bahkan sejak awal kasus covid-19 ditemukan di Papua, dr Sumule sudah jujur mengakui ketidaksiapan Provinsi Papua menghadapi pandemi ini.
"Kenapa itu bisa terjadi di tengah keterbatasan alat-alat kita. Pertama, saya yakin kita berdoa Tuhan tolong kita. Kedua petugas petugas kita menemukan kasus sedini mungkin," katanya.
Poin pentingnya, kata Sumule, adalah upaya penemuan kasus lebih dini. Pada dua minggu pertama kasus covid-19 ditemukan di Papua, pasien yang ditemukan sudah dalam kondisi sakit berat. Pada situasi itu, petugas kesehatan harus bekerja ekstra keras menaikkan status pasien sakit berat ke sedang hingga sembuh.
"Kesimpulannya, kami belajar dari kasus kemarian ini. Kita sudah tahu, lakukan intervensi sedini mungkin," kata Sumule.
Pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh saat ini ada di Kota Jayapura, yakni berjumlah 18 orang. Di Kabupaten Jayapura 6 orang, di Mimika 6 orang, di Merauke 4 orang, di Sarmi 2 orang dan di Kabupaten Keerom berjumlah 2 orang. (Burhan)