Aniaya Rekannya, Pekerja Batako Serahkan Diri ke Polisi
Papua60detik - Seorang pekerja cetak batako berinisial B menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah menganiaya rekan kerjanya di Jalan Cenderawasih, Jumat (13/11/2020)
B mengaku telah menyabet parang ke bagian leher dan tangan rekannya, Jupe alias Jufri.
"Pelaku datang ke Polres membawa sebuah parang dengan kondisi bajunya berlumuran darah. Pelaku mengaku bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap kawannya," ujarnya di sela-sela respon TKP.
Atas laporan pelaku, Kabag Ops Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan memimpin anggotanya langsung ke TKP, di mess karyawan pekerja batako, Jalan Cenderawasih samping SMK Kesehatan.
Pantauan Papua60detik, aparat kepolisian mengecek situasi di mess tersebut untuk memastikan korban mendapat pertolongan medis.
Alhasil, mess karyawan itu kosong dengan pintu yang tergembok. Terlihat bercak darah di sekitaran TKP termasuk motor yang terparkir di depan mess.
Selang beberapa waktu, Satreskrim Polres Mimika datang untuk melakukan olah TKP.
Dion mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Polres guna dimintai keterangan apa motif penganiayaan itu.
"Sementara kita lakukan penyelidikan. Informasinya karena masalah percintaan. Tapi kami masih dalami kebenarannya. Korban sekarang sudah di RSUD Mimika," ujarnya.
Mansyur yang merupakan pemilik usaha cetak batako itu bercerita, pelaku baru sebulan bekerja di tempatnya.
Ia menerima bekerja karena pelaku mengeluh sedang tidak memiliki pekerjaan. Rencananya B hendak ke Bandung tapi batal berangkat.
Menurutnya, pelaku dan korban tidak mempunyai masalah sebelumnya.
"Birman itu baru satu bulan kerja di sini. Karena batal berangkat, ia berniat mencari kerja. Sedangkan si korban sudah dua tahunan kerja sama saya. Kita tidak tahu pasti apa masalah mereka berdua, karena tadi malam masih akur sama-sama dan terlihat seperti tidak ada masalah," kata Mansyur.
Sebagai pemilik usaha, Mansyur memastikan selalu berada bersama pelaku dan korban. Ia menduga, masalahnya hanya selisih paham terkait pekerjaan.
"Saya sama sekali tidak melihat kejadiannya, karena saya juga baru datang setelah ditelepon. Birman ini baru kerja saja, tapi kelakuannya baik-baik saja," ujarnya. (Salmawati Bakri)