Aparat Keamanan Kejar Kelompok Penembak Tukang Ojek di Intan Jaya
Papua60detik - Aparat keamanan memastikan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) sebagai pelaku penembakan terhadap dua warga sipil di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya pada Senin (14/09/2020).
Asops Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo mengatakan, kesatuan TNI yang ada di Kabupaten Intan Jaya sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.
"Pos TNI terdekat, Yonif Raider 400 segera melakukan pengejaran menindaklanjuti kelompok bersenjata itu sehingga tidak menjadi teror di masyarakat," katanya didampingi Aspotwil Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Dadang Rukhiyana kepada Papua60detik di bilangan Jalan Cenderawasih, SP3, Rabu (16/09/2020).
Dua warga sipil korban penembakan itu adalah Faturahman dan Laode Anas Munawir. Keduanya dirawat di tempat yang berbeda, RSUD Mimika dan RSMM Caritas SP5.
Sebagai wujud prihatin dan rasa kemanusiaan, Brigjen TNI Suswatyo memastikan TNI menanggung semua biaya perawatan korban hingga sembuh. Beberapa personel TNI dari Kogabwilhan III juga telah mengunjungi kedua korban.
"Sejak kemarin, sebagai rasa simpatik, kami melaksanakan anjangsana di dua rumah sakit. Dan selama perawatan di rumah sakit, itu menjadi tanggungjawab TNI. Sehingga mereka bisa kembali bekerja seperti sebelumnya," ujarnya.
Menurut Suswatyo, kondisi kedua korban saat ini sudah stabil. Faturahman sudah menjalani operasi di bagian alat kelamin. Sementara Laode Anas Munawir sementara dalam masa penyembuhan di bagian jari kelingkingnya.
Ia menegaskan, proses investigasi dan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan. Itu menjadi tugas TNI sebagai pelindung masyarakat.
"Kita harus melindungi masyarakat. Kami masih mendalami pelaku dari kelompok mana. Satuan TNI segera menindaklanjuti itu," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari korban, cerita Suswatyo, kedua korban dihadang angota KKSB lengkap dengan persenjataan saat membawa penumpang.
Lantaran takut, Laode Anas Munawir terpaksa meninggalkan penumpangnya dan kabur bersama Faturahman. Saat berlari itulah keduanya ditembak.
"Untuk saat ini, mereka (KKSB-red) kembali ke tempat asal baik itu Lekagak Talenggeng maupun Goliat Tabuni di Intan Jaya," kata jenderal bintang satu itu.
Sementara itu, Ketua KMB di Mimika, Muhammad Yani saat ditemui di RSMM mengatakan, paguyuban yang ada di Timika turut prihatin, atas apa yang dialami korban. Pihaknya akan tetap melakukan pendampingan terhadap penanganan korban.
"Setelah operasi, kondisi korban sudah mulai membaik. Korban sudah bisa mendengar dan menggerak-gerakkan badannya serta merespon beberapa pertanyaan tadi," kata Yani kepada wartawan sehari sebelumnya, Selasa (15/09/2020).
Atas peristiwa ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan TNI-Polri, untuk segera melakukan upaya-upaya penindakan terhadap pelaku. Kepada keluarga besar Bima di Intan Jaya, untuk tetap menjaga keamanan, serta tidak terlalu resah dengan adanya insiden ini.
“Intinya, kami menyerahkan sepenuhnya ke TNI-Polri untuk penegakan hukum. Selain itu, kami harapkan tidak terjadi peristiwa sama ke depan,” ujarnya.
Penembakan yang menimpa dua tukang ojek ini terjadi pada Senin (14/09/2020) sekitar pukul 11.00 WIT di Kampung Mamba, Distrik Sugapa.
Kedua korban kemudian langsung dievakuasi ke Timika dengan pesawat Rimbun Air DHC6-400/PK-OTJ sekitar pukul 14.00 WIT. (Salmawati Bakri)