Betapa Sulitnya Menerapkan Protokol Kesehatan di Ruang Publik Timika
Transaksi di Pasar Sentral Timika
Transaksi di Pasar Sentral Timika

Papua60detik - Sudah lewat sepekan Mimika menerapkan pra new normal. Tapi tampaknya belum banyak hal berubah terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Tengok saja di Pasar Sentral Timika. Sebagai ruang publik dan pusat aktifitas ekonomi warga Timika, setiap hari tempat itu tak pernah sepi. Sayangnya, baik pedagang maupun pengunjung masih banyak yang enggan gunakan masker.

Padahal pra new normal saat ini adalah masa persiapan memasuki kenormalan baru di era pandemi covid-19. Di pra new normal, Timika secara kolektif seharusnya mulai ketat menerapkan protokol kesehatan.

Seorang pedagang, Wahidin mengaku tak menggunakan masker karena sulit berkomunikasi dengan pembeli. Suaranya seringkali tak terdengar jelas oleh pembeli.

"Kadang pembeli tidak dengar kita bicara," katanya beralasan, Sabtu (13/06/2020).

Lain lagi dengan seorang pedangang yang menolak disebutkan namanya. Ia mengaku masker membuatnya tidak nyaman beraktifitas. Ia bahkan sempat merasa sesak jika menggunakan masker berlama-lama.

Padahal masker di masa pandemi covid-19 adalah alat pelindung diri utama. Memakai masker bisa melindungi diri sekaligus melindungi orang lain. Dalam konteks pasar, masker bisa melindungi pedagang pun pembeli jika sama-sama menggunakannya.

Itu baru soal masker. Bagaimana dengan membawa hands sanitizer masing-masing?

Tempat cuci tangan yang disiapkan pemerintah di Pasar Sentral Timika juga tampak nganggur, jarang warga menggunakannya. Sebelum dan setelah bertransaksi, sarana cuci tangan itu jarang tersentuh. Belum lagi bicara soal kaidah penjarakan fisik.

Konsep new normal sebenarnya sederhana saja, yaitu beraktifitas dengan tambahan protokol kesehatan. Prinsipnya, tetap bekerja dan produktif tapi mawas dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan keberhasilannya disyaratkan oleh tindakan kolektif warga.

Tapi konsep memang seringkali berjarak dengan fakta. Hidup dalam tatanan new normal tak semudah yang diomongkan. Apalagi ini menyangkut perubahan perilaku secara kolektif.

Jika pemerintah mengklaim masih menggalakkan sosialisasi dan kampanye, sebaiknya mulai memikirkan metode baru.

Pra new normal akan 18 Juni 2020. Jika situasi Pasar Sentral Timika sebagai titik keramaian masih seperti saat ini, maka kesiapan Mimika menuju new normal di era pandemi covid-19 pantas dipertanyakan. (Yunita S)