Bupati: Mimika Kondusif
Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman Foto: Martha/Papua60detik
Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman Foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Pemkab Mimika bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta DPRK Mimika menegaskan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah Mimika tetap aman dan kondusif.

Tapi untuk diketahui, beberapa waktu lalu, warga Timika digegerkan pembunuhan  sadis dua orang warga. Hingga kini pelakunya belum ditangkap. Konflik di Kwamki Narama juga belum selesai. Begitu pula konflik di tapal batas Kapiraya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan bahwa kondisi Mimika tidak sedang bermasalah, peristiwa yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan kasus kriminal biasa yang kini sedang ditangani pihak berwajib.

"Saya mau sampaikan bahwa Mimika itu aman. Mimika itu tidak ada masalah, insiden-insiden yang terjadi kejadian-kejadian yang sifatnya kriminal. Isu-isu yang beredar di sosial media adalah isu-Isu yang provokatif. Niatnya membuat situasi kurang aman di Mimika," kata Bupati Mimika, Johannes Rettob pada car free day, Sabtu (06/12/2025). 

Hal yang sama disampaikan oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman. Ia memastikan situasi tetap kondusif dan aparat keamanan terus bekerja menjamin kenyamanan masyarakat.

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang bersumber dari media sosial dan belum terverifikasi.

"Kepada masyarakat tolong jangan terprovokasi, khususnya kepada keluarga korban dan juga seluruh masyarakat jangan terprovokasi. Percayakan kepada aparat kepolisian untuk mengurus tuntas kasus ini. Jangan menimbulkan masalah baru," ucapnya. 

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau turut mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Ia menilai kepanikan yang muncul belakangan ini lebih disebabkan oleh maraknya penyebaran pesan di WhatsApp dan media sosial yang sumbernya tidak jelas. 

Ia mengatakan kejadian kriminal beberapa hari yang lalu membuat masyarakat panik dan justru menghambat aktivitas. 

Ia meminta para admin grup WhatsApp dan media sosial lain lebih bijak. (Martha)