Cakupan Imunisasi di Timika Turun Drastis Karena Pandemi Covid-19
Tenaga kesehatan di Timika sedang mengimunisasi seorang anak. Foto: Dinkes Mimika
Tenaga kesehatan di Timika sedang mengimunisasi seorang anak. Foto: Dinkes Mimika

Papua60detik - Pandemi covid-19 berimbas kemana-mana, termasuk pada anjloknya cakupan imunisasi di Kabupaten Mimika.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinkes Mimika, Usman La Alimuda mengakui, cakupan imunisasi dasar lengkap per April 2020 turun jauh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Turun jauh, mungkin dampak dari yang kita semua tahu ini (pandemi covid-19)," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Usman mengatakan, praktis layanan Posyandu sementara berhenti di wilayah Kota Timika. Layanan Posyandu yang jadi ujung tombak layanan imunisasi menjadi riskan dalam masa pandemi covid-19. Mengumpulkan banyak orang dalam sebuah layanan Posyandu tentu mengandung risiko besar penularan covid-19.

Beberapa orangtua juga menurutnya masih takut mendatangi layanan imunisasi di Puskesmas.

"Imunisasi jalan, tapi kegiatan Posyandu tidak dilakukan. Kegiatannya pasif, teman-teman menunggu di Puskesmas dengan memberi jadwal seminggu sekali kapan harus diberikan imunisasi," katanya.

Tapi di wilayah pinggiran kota, petugas kesehatan bergerilya dari rumah ke rumah. Mereka turun memberikan imunisasi langsung ke tengah warga dan tetap menyediakan layanan di Puskesmas.

Ia berharap upaya serupa bisa dilaksanakan petugas di Puskesmas wilayah kota. Turun ke warga mencari anak-anak yang belum diimunisasi.

"Karena teman-teman punya data nama, usia, nama orangtua, alamat semua ada," ujarnya.

Anjloknya cakupan imunisasi dasar lengkap bisa mengancam kesehatan anak-anak. Penyakit-penyakit yang seharusnya bisa diatasi lewat imunsasi berisiko muncul kembali. Karena itu mendapat perlindungan kesehatan lewat imunisasi merupakan hak dasar anak.

Kementerian Kesehatan sebenarnya telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pelayanan imunisasi pada masa pandemi covid-19. Sebagaimana juknis, di dalamnya diatur detil penyelenggaraan imunisasi termasuk di Posyandu.

Di Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan mendapat dukungan dari Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) yang mengelola program UNICEF untuk memastikan cakupan imunisasi dasar lengkap memenuhi standar nasional. (Burhan)