Cegah Penularan Virus Corona, Fasiltas Umum di Timika Mulai Disemprot Disinfektan
Petugas membersihkan Gereja Katedral Tiga Raja dari kemungkinan penularan covid-19, Jumat (20/03/2020)
Petugas membersihkan Gereja Katedral Tiga Raja dari kemungkinan penularan covid-19, Jumat (20/03/2020)

Papua60detik - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika mulai melakukan penyemprotan terhadap fasilitas umum untuk mencegah penyebaran corona virus disease 19 (covid-19) di Kota Timika, Jumat (20/03/2020).

Covid-19 diketahui menular dari manusia ke manusia melalui droplet. Virus ini juga mampu bertahan di permukaan benda padat selama berhari-hari. Jika seseorang menyentuh benda yang terdapat covid-19 lalu menyentuh hidung, mata dan mulutnya maka berisiko terinveksi virus ini. Sebab itu, penyemprotan disinfektan, merupakan salah satu upaya membersihkan fasilitas umum dari covid-19.

Mako Polres Mimika di Jalan Cenderawasih menjadi yang pertama mendapat penyemprotan. Seluruh unit terdepan dalam pelayanan warga dibersihkan dari kemungkinan hinggapnya covid-19 dengan cairan disinfektan.

Beberapa gereje besar di Kota Timika juga sudah dibersihkan dengan cairan disinfektan. Di Gereja Katedral Tiga Raja, kursi umat, mimbar dan altar gereja telah disemprot.

Pastor Rekan Paroki Katedral Tiga Raja, Octovianus Taena menyatakan, mendukung program pemerintah mencegah penularan covid-19. Menurutnya, penyemprotan disinfektan ke rumah ibadah masuk kategori misi kemanusiaan untuk menyelamatkan banyak jiwa.

"Pastor Paroki sedang tidak ada di tempat dan beliau sempat memperingati kami umat bersama Dewan Paroki untuk hati-hati dengan virus ini. Beliau juga mengimbau untuk kita ikuti aturan pemerintah jangan terlalu banyak membuat kegiatan yang mengundang massa banyak. Untuk ibadah, doa doa, perkumpulan di basis itu diatur supaya tidak terlalu lama," kata Pastor Octovianus.

Bupati Mimika sudah menerbitkan edaran terkait penanganan penularan covid-19. Salah satu isinya mengimbau instansi keagamaan membatasi kerumunan umat dalam jumlah besar. 

Para tokoh juga diminta agar tidak melakukan kegiatan kumpul massa untuk mencegah penularan covid-19.

"Tidak dilarang, kita mengimbau kepada rumah-rumah ibadah, tokoh agama agar mengatur tata ibadah jangan sampai berdesak-desakan. Kita harap kerja sama masyarakat, ibadah tetap jalan, tapi diatur secara baik," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika, Marthen Paiding.

Selain menyemprot disinfektan, petugas juga membagikan selebaran berisi informasi seputar covid-19 kepada warga.

Hingga, Kamis (19/08/2020), Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menyebut, belum ada pasien posotif covid-19 di Timika. Bahkan warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang dalam Pemantauan (ODP) pun belum ada.

Padahal jika dicermati, Timika merupakan daerah rentan penularan virus. Setiap hari aktifitas penerbangan termasuk dari wilayah terjangkit covid-19 masih berjalan seperti biasa. (Tanto)