Cegah Virus Corona, Mimika Tutup Pintu Masuk Bandara dan Pelabuhan Mulai 26 Maret
Papua60detik - Menindaklanjuti kesepakatan penangannan virus corona (covid-19) di tingkat provinsi, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng langsung menerbitkan sebuah surat instruksi pada Rabu (25/03/2020).
Salah satu poin penting instruksi bupati, yakni menutup sementara pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk penumpang. Instruksi ini berlaku baik bagi pesawat berukuran besar maupun pesawat perintis. Sementara untuk angkutan kargo logistik akan berjalan seperti biasa.
"Kita batasi sementara stop dulu. Yang penumpang umum ini kita stop 14 hari, tanggal 26 Maret sampai 9 April," kata Bupati Omaleng usai memimpin rapat terbatas penanganan covid-19 di Mimika.
Keperluan pengiriman sampel pasien, alat kesehatan dan distribusi tenaga kesehatan, kata Bupati, dipercayakan sepenuhnya kepada TNI Polri.
Perubahan masa waktu 14 hari itu sangat tergantung upaya penanganan covid-19 di DKI Jakarta. Jakarta jadi patokan karena menjadi epicentrum penularan covid-19.
"Patokannya bukan di Papua tapi di Jakarta. Kalau sudah mulai menurun, nanti kita ikuti pelan pelan. Jakarta sekarang kan tidak menurun malah meningkat. Kalau Jakarta menjngkat, maka kita dari sini tambah waktu untuk mebcegah virus corona itu masuk di daerah kita di sini," jelas Bupati.
Untuk melindungi warga di pinggiran kota yang sebagian besar adalah petani, Pemkab Mimika menyiapkan anggaran melalui Dinas Koperasi. Dinas ini yang akan mendatangi wilayah pinggiran kota, membeli hasil kebun warga.
Langkah taktis ini diharapkan memutus mata rantai penularan covid-19 dari warga di kota kepada warga di pinggiran Kota Timika.
"Pemerinta siapkan anggaran, turun ambil barang mereka entah itu baik atau tidak baik. Tanggung jawab pemerintah untuk angkat semua. Itu kenapa? Agar masyarakat tidak boleh lagi masuk ke kota," jelas Bupati.
Mulai 26 Maret juga, jam buka tutup usaha swasta dibatasi. Toko, kios dan swalayan hanya diperbolehkan buka dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 14.00. Di rentang waktu itu, warga boleh keluar belanjan keperluan logistiknya.
Sementara warung makan akan buka mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT. Warga pun disarankan tidak makan di warung, hanya beli lalu pulang makan di rumah masing-masing.
"Supaya orang orang bisa tinggal di rumah, masak di rumah," tegasnya.
Wabup Mimika, Johannes Rettob meminta, warga tak perlu panik. Pemkab Mimika memastikan lalulintas angkutan logistik berjalan seperti biasa.
Ia berharap, warga menaati anjuran, imbauan dan istruksi pemerintah demi keberhasilan penanggulan covid-19 di Mimika.
"Kita batasi dari luar tapi kita di dalam tidak taat, kepala batu, nanti kota seperti Italy. Mereka sudah lockdown tapi warga yang meninggal ada terus. Kenapa? Karena orang tidak taat dan tidak sadar atas apa yang disampaikan pemerintah. Pemerintah ini niatnya baik," kata John.
DPRD Mimika menyatakan mendukung sepenuhnya upaya pemreritah. Menurut Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng, warga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan covid-19 di Mimika. Ketataatan warga akan menentukan keberhasilan penanganan virus yanng sangat menular ini.
Jika warga masih juga bebal, Pemkab didukung pihak kepolisian siap mengambil langkah tegas.
"Ini demi keselamatan semua dan langkah pencegahan sehingga masyarakat harus ikuti arahan pemerintah," kata Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Mimika, Marthen Paiding. (Burhan)