Dalam Sehari, Dua Orang Dibunuh di Intan Jaya
Papua60detik - Aksi teror kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Seorang prajurit TNI dan satu warga sipil dilaporkan tewas dalam selang waktu yang singkat pada Kamis (17/9/2020).
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 10.50 WIT, seorang tukang ojek Badawi dibacok di belakang SD YPPK Santo Mikael Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, menggunakan parang hingga lengan kirinya putus. Karena pendarahan hebat, korban akhirnya tewas di tempat.
Jenazah korban dievakusi ke Timika pada Kamis siang sekitar pukul 13.15 WIT dan sementara disemayamkan di Sekretariat KKJB.
Kemudian pada siang harinya sekitar pukul 14.20 WIT, Babinsa Ramil 1404-06, Serka Sahlan dihadang ketika sedang dalam perjalanan membawa logistik. Korban didapati telah meninggal akibat luka tembak dan tebasan parang.
Membenarkan kejadian tersebut, Kapen Kogabwilhan III, Kol CzI IGN Suriastawa mengatakan, Serka Sahlan sudah dievakuasi oleh masyarakat setempat bersama TNI-Polri ke Puskesmas Bilogai.
Ia menuding, dua pembunuhan tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang aksinya memang meningkat di wilayah Kabupaten Intan Jaya akhir-akhir ini.
"Kejadian ini sangat disayangkan karena masyarakat sipil kembali menjadi korban. Anggota kami yang hanya bertugas mengantar logistik pun juga diserang," kata Nyoman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Papua60detik, Kamis malam.
Ia mengimbau kelompok tersebut segera menghentikan aksinya demi kedamaian masyarakat di Papua.
"Kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada," pesannya.
Tak hanya itu, dilaporkan satu pucuk senjata laras panjang type FNC, 25 butir amunis kaliber 5,56 dan 1 buah magasen hilang dalam kejadian tersebut.
"Untuk anggota Babinsa atas nama Serka Sahlan meninggal dunia. Besok akan dievakuasi ke Nabire. Dan betul ada senjata panjang yang hilang," ungkap Asops Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo kepada Papua60detik.
Sebelumnya, dua tukang ojek FR dan LAM menjadi korban penembakan Distrik Sugapa, Intan Jaya pada Senin (14/09/2020). Kedua korban berhasil selamat dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Timika. (Salmawati Bakri)