Deinas Geley Ingatkan Potensi Gangguan Keamanan Jelang Idul Fitri
Deinas Geley, Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah. Foto: Elia Douw/Papua60detik
Deinas Geley, Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah. Foto: Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengingatkan pentingnya kewaspadaan akan potensi gangguan keamanan jelang perayaan Idul Fitri.

Ia  meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi lintas sektor serta menjaga toleransi antar umat beragama agar situasi tetap kondusif.

Deinas Geley menegaskan setiap perayaan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Setiap tahun menjelang Idulfitri mobilitas masyarakat meningkat. Karena itu koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar keamanan dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” kata Deinas Geley saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan pengamanan Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 di  Nabire, Selasa, (10/3/2026).

Wakil Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tidak hanya berkaitan dengan kelancaran arus mudik dan arus balik, tetapi juga mencakup upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, wilayah Papua Tengah dihuni masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama sehingga semangat toleransi dan saling menghormati harus terus dijaga.

“Perayaan hari besar keagamaan seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan serta mempererat kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan.

Menurut Deinas Geley, berbagai konflik sosial sering kali dipicu oleh tindakan individu atau kelompok kecil yang tidak mewakili kepentingan masyarakat secara luas.

“Jika terjadi persoalan di masyarakat, biasanya hanya dipicu oleh ulah oknum tertentu. Karena itu masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi dan merusak kebersamaan yang telah terbangun,” katanya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah bersama aparat keamanan memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, pengamanan tempat ibadah, serta pengaturan arus transportasi selama periode Lebaran. (Elia Douw)