Dinilai Tak Lagi Memadai, Bapenda Ingin Kantor Baru
Papua60detik - Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan kinerja serta operasional instansi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan miliki kantor baru tiga lantai.
Rencana pembangunan kantor tersebut memasuki laporan akhir dan telah dipresentasekan di Kantor Bappeda, Senin (09/11/2020).
Berdasarkan keterangan konsultan proyek, Arci Pratama Konsultan, spesifikasi teknis bangunan berpedoman pada Peraturan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Nomor: 22/PRT/2018 tentang Pembangunan Gedung Negara.
Lahan gedungnya masih di sekitar kantor lama, di Jalan Yos Sudarso. Total luas lahan yang akan digunakan sekitar 7600 meter persegi. Total luas bangunan yang akan dibangun adalah 3060 meter persegi.
Kantor itu nantinya akan berlantai tiga dengan tambahan rooftop. Lantai satu akan jadikan sebagai hall, pelayanan informasi, loket, bilik konsultasi pajak, ruang staff, rapat dan dapur umum serta kamar mandi.
Lantai dua diperuntukan sebagi lobbi, ruang kepala badan, kesekretariatan, bendahara, kepala bidang, kepala seksi, staff dan rapat, serta kamar mandi. Tak jauh berbeda lantai tiga akan diisi dengan ruang kepala bidang, seksi, staff ditambah dengan arsip, dan server. Di bagian lantai empat akan dibangun mushala, cafetaria dan taman.
Menurut perhitungan konsultan, total biaya pembangunannya menelan dana sebesar Rp55 miliar.
Assiten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial dalam rapat tersebut menyampaikan seiring bertambahnya jumlah penduduk yang berdampak pada meningkatnya pula tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan yang profesional menjadi latar belakang pembangunan kantor tersebut.
"Pembangunan kantor yang representatif dan tidak lagi memadainya kantor Bapenda itu berdampak pada kinerja instansi khususnya di operasional. Maka dari itu dibutuhkan pembangunan gedung baru," ujarnya.
Lanjutnya, pembangunan bangunan kantor yang memadai diharapkan dapat menciptakan sistem atau mekanisme kinerja instansi pemerintah lebih optimal.
"Kalau optimal hasilnya adalah pola layanan masyarakat yang lebih efektif dan efisien," tegasnya. (Fachruddin Aji)