Dinkes Bersiap Evakuasi Petugasnya dari Wilayah Pegunungan Tembagapura
Papua60detik - Menimbang situasi keamanan di area pegunungan Tembagapura, Dinas Kesehatan Mimika merencanakan mengevakuasi sementara seluruh petugasnya ke Kota Timika.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra menyebut, sebanyak 20 petugasnya masih melaksanakan pelayanan kesehatan di area pegunungan Tembagapura. Delapan orang bertugas di Puskesmas Aroanop, enam petugas di Puskesmas Tsinga dan Hoya.
"Langkah yang akan kami lakukan, akan bertemu dengan pihak PT Freeport Indonesia supaya bagaimana menyusun rencana proses evakuasi. Dan saya sendiri sudah melakukan komunikasi dengan Kadis Pendidikan, kalau evakuasi, bisa sama-sama dengan tenaga guru," kata Reynold, Kamis (04/03/2020).
Soal situasi keamanan, Kapus Hoya, KTU Tsinga dan KTU Aroanop yang saat ini berada di Kota Timika telah berkomunikasi dengan petugas di sana. Situasi keamanan masih sangat kondusif, tenaga kesehatan di tiga puskesmas itu tetap melayani warga seperti biasa.
"Sampai kemarin sore (Selasa, 3 Maret 2020), situasi keamanan di atas masih kondusif. Teman-teman kami di sana dalam keadaan aman, memberikan pelayanan seperti biasa. Mereka bilang tidak perlu khawatir. Tapi apapun, mereka harus mendapat perlindungan dari pemerintah sehingga kami dari Dinkes akan ambil langkah evakuasi," kata Reynold.
Petugas kesehatan dan kemungkinan tenaga guru saat ini berkumpul di Kampung Ombani, Aroanop yang merupakan pusat pelayanan publik di wilayah itu. Sementara di Tsinga pusat pelayanan publik berada di Kampung Beanegogom.
Evakuasi petugas kesehatan dari wilayah pegunungan Tembagapura pernah dilakukan pada 2017 silam, juga karena pertimbangan situasi keamanan.
Situasi keamanan di wilayah Tembagapura kembali memanas sejak Senin (02/03/2020) siang kemarin setelah TPN OPM menembaki mobil patroli Polsek Tembagapura.
Aparat keamanan sendiri sudah memperketat pengamanan di areal Kota Tembagapura, pusat aktifitas perusahaan PT Freeport Indonesia. (Burhan).