Dinkes Mimika Benahi Layanan Esensial di Masa Pandemi Covid-19
Papua60detik - Pandemi covid-19 covid-19 di pertengahan Maret 2020 di Mimika berdampak besar pada seluruh aspek, terutama pada pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan fokus pada penanganan covid-19. Sementara program esensial kesehatan yang merupakan program wajib puskesmas wajib tetap berjalan.
Maka mau tidak mau pelayanan kesehatan harus mengalami penyesuaian khususnya dalam penerapan protokol kesehatan agar seluruh layanan kesehatan esensial tetap terlaksana.
Pertemuan evaluasi program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika pada Senin (20/07/2020) salah satunya membahas persoalan ini.
"Di situasi pandemi covid ini pelayanan ibu hamil yang tadinya tatap muka sekarang berubah menjadi tele consulting, melalui virtual meeting," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold mencontohkan penyesuaian pada pelayanan KIA.
Dalam masa pandemi covid-19, tahun ini Dinkes Mimika memprioritaskan dua program, yaitu peningkatan angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan menurunkan angka kejadian malaria.
Mimika seperti diketahui merupakan daerah endemis malaria, bahkan menjadi daerah penyumbang angka tertinggi nasional.
Pada masa PSDD, ketika aktifitas warga dibatasi pada malam hari, angka kejadian malaria bisa turun signifikan.
Tapi menurut Reynold, persoalan utama malaria di Mimika adalah tingkat kepatuhan pasien. Lebih dari 50 persen angka kejadian malaria di Timika adalah malaria kambuhan karena pasien tak patuh minum obat.
"Fokus utamanya adalah menjaga kepatuhan pasien. Pasien malaria harus dipantau betul supaya minum obat sampai tuntas," kata Reynold.
Berbeda hal dengan malaria, pandemi covid-19 berimbas pada anjloknya cakupan imunisasi di Kabupaten Mimika.
Layanan Posyandu yang jadi ujung tombak layanan imunisasi tak maksimal. Mengumpulkan banyak orang dalam sebuah layanan Posyandu tentu mengandung risiko penularan covid-19.
Di wilayah pinggiran kota misalnya, petugas kesehatan bergerilya dari rumah ke rumah. Mereka turun memberikan imunisasi langsung ke tengah warga dan tetap menyediakan layanan imunusasi di Puskesmas.
Adapun pelayanan kesehatan esensial meliputi promosi kesehatan (promkes) dan preventif, upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), upaya kesehatan gizi masyarakat, upaya kesehatan lingkungan, dan upaya pengendalian penyakit menular.
"Lima program tersebut harus jalan dengan menitikberatkan penerapan protokol kesehatan. Dan untuk promkes lebih ke bagaimana cara untuk mencegah tidak terkena covid-19 dan penyakit-penyakit lain di musim penghujan seperti saat ini," kata Reynold. (Yunita S)