El Nino Masuk Indonesia, Bagaimana Dampaknya di Timika?
Papua60detik - Bulan Mei di Timika, hampir setiap sore hari hingga malam hari bakal terjadi hujan. Puncaknya nanti Juni, Juli, Agustus.
Namun dalam tahun ini ada fenomenal El Nino di Indonesia dipastikan akan berlangsung lebih lama. El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
Menurut Forecaster BMKG Timika William Titahena, El Nino tidak akan begitu mempengaruhi curah hujan di Timika. Pada puncaknya nanti meskipun akan terjadi peningkatan suhu, namun hujan tetap akan terjadi.
"Saya rasa tidak terpengaruh, mungkin panasnya meningkat, tapi tetap ada hujan. Tapi sudah bisa dipastikan bahwa nanti di bulan Juli hingga Agustus El Nino sangat kuat. Berhubung di Timika puncak hujannya pada bulan Juni, Juli, Agustus terus El Nino yang sudah mulai masuk ini nanti pada bulan Juni tetap akan terjadi hujan di Timika," kata William kepada Papua60detik.id, Rabu (10/5/2023). .
Bulan Mei di Timika dikategorikan peralihan musim yang membuat durasi hujan bisa sampai 5 sampai 6 jam. Puncak hujan nanti di pertengahan Juli hingga Agustus. Diperkirakan hampir satu hari bisa terjadi hujan di Timika terus-menerus.
"Bulan Juli pertengahan bahkan sampai bulan Agustus akan terjadi hujan terus-menerus karena saat itu memang puncak curah hujan, jadi kemungkinan hampir seharian akan terjadi hujan," jelasnya.
Sementara untuk Gelombang di perairan Agats- Amamapare pada saat ini bisa dikategorikan cukup tinggi mulai 1.25 hingga 2.50 meter. Sehingga sudah pasti di laut akan terjadi gelombang tinggi dengan kecepatan angin mencapai 15 knot atau sekitar 29 km/jam.
"Dan itu cukup bahaya untuk nelayan, kapal-kapal tongkang dan kapal feri yang kecil," tutupnya. (Eka)