Gugus Tugas Mimika Kesulitan Melacak Riwayat Kontak Pasien Covid-19 dari Tembagapura
Papua60detik - Gugus Tugas Percepatan Pengendaliann Coronas Virus 2019 (Covid-19) Mimika mengaku mendapat kesulitan mentracing contact atau melacak riwayat kontak pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di Rumah Sakit PT Freeport Indonesia, Temgapura.
Persoalannya adalah, Gugus Tugas Mimika tak mendapat data lengkap baik kuantitatif maupun kualitatif pasien-pesien dari RS Tembagapura.
"Sebagai contoh, beberapa waktu lalu, masih ada kasus yang sampai hari ini kami masih mencari kontaknya karena yang bersangkutan sedang dirawat di RS Tembagapura, memiliki keluarga di Timika. Hanya saja, setelah kami konfirmasi, karyawan tersebut belum memasukkan data-data anggota keluarga di Timika sehingga kami sulit melakukan tracing kontak. Ini sudah hari keempat," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra, Selasa (21/04/2020) malam.
Secara kumulatif, kasus positif covid-19 di Mimika berjumlah 36. Empat tambahan kasus baru covid-19 pada Selasa (21/04/2020) dilaporkan seluruhnya dirawat di RS Tembagapura.
Dari empat kasus baru itu, kata Reynold, pihaknya baru bisa memastikan tiga kasus yang teridentidifikasi merupakan kasus impor. Ketiga pasien ini dari luar Kota Timika sebelum pemberlakuan pembatasan penerbangan pada 26 Maret lalu.
"Sementara satu kasus kami masih menunggu alamat lengkap untuk dilakukan tracing kontak. Karena dari data-data yang disampaikan yang bersangkutan merupakan warga Mimika. Kami belum bisa menyimpulkan, apakah import case ataukah memiliki hubungan dengan klaster-klaster dengan yang ada di Timika," ungkapnya.
Bahkan kata Reynold, Tim Gugus Tugas belum mendapatkan data pasti, para pasien ini merupakan karyawan PT FI ataukah bekerja di perusahaan kontraktornya.
Pada Senin sore, Gugus Tugas Mimika telah melakukan teleconferece dengan manajemen PT FI dan RS Tembagapura membahas respon bersama mengendalikan penularan covid-19. Pihak PT FI diminta menyampaikan data kasus termasuk hasil tracing kontak. Data tersebut, selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati Mimika sebagai dasar memberikan rekomendasi respon cepat.
Akibat data yang tidak terkumpul dan tersusun rapih, Tim Gugus Tugas Mimika belum bisa menyimpulkan apakah telah terjadi penularan lokal di Tembagapura. Data lengkap baik kuantitatif maupun kualitatif misalnya hasil wawancara pasien, kata Reynold, diperlukan untuk menarik kesimpulan telah terjadinya penularan lokal.
"Kami berharap tidak terjadi penularan (lokal) di area Tembagapura," katanya.
Hingga Senin (21/04/2020), Tim Gugus Tugas Mimika melaporkan temuan 36 pasien positif covid-19 terkonfirmasi laboratorium. 15 kasus ditemukan di Distrik Wania, 13 di Distrik Mimika Baru, 1 di Distrik Kuala Kencana dan 7 kasus di Distrik Tembagapura.
Dari 36 kasus itu, empat diantaranya telah dinyatakan sembuh, sementara tiga orang meninggal dunia.
Sementara jumlah PDP sebanyak 54, ODP 183 dan OTG berjumlah 293. Sebagian besar warga berstatus ini melakukan isolasi mandiri. Upaya Pemkab Mimika untuk menggunakan MSC dan MPCC sebagai tempat isolasi atau shelter hingga saat ini belum mendapat respon dari PT FI, pemilik dua gedung tersebut.
"Surat dari bapak Bupati sudah kami sampaikan, hanya saja sampai malam ini kami belum menerima jawaban terkait dengan apakah diterima ataukah belum diterima permohonan penggunaan Mimika Sport Center dan MPCC," ungkapnya. (Burhan)