Gugus Tugas Mimika Putuskan Buka Inisial dan Alamat Pasien Covid-19
Papua60detik - Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika memutuskan mengumumkan inisial dan alamat, khususnya enam pasien yang baru keluar hasil pemeriksaan laboratoriumnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Mimika, Reynold Ubra menjelaskan, tujuan dari diumumkannya inisial dan alamat pasien agar warga lebih hati-hati. Covid-19 saat ini sudah ditetapkan sebagai pandemi atau wabah global. Apalagi di Timika saat ini sudah berlangsug penularan lokal.
"Informasi ini kami sampaikan supaya masyarakat dapat melihat karakteristik dan sebaran kasus ini di Kota Timika. Informasi ini tidak dalam rangka menjudge orang tapi supaya masyarakat teredukasi bahwa sebenarnya sebarannya normal, hampir ada di semua titik di Kota Timika," kata Reynold, Sabtu (11/04/2020) malam.
Berikut informasi identitas dari enam pasien covid-19 yang baru ditemukan dan telah diumumkan oleh Gugus Tugas Mimika.
|
PDP 014 |
RNM |
Perempuan |
54 tahun |
Jln Pattimura |
Transmisi Lokal |
|
PDP 015 |
DWT |
Perempuan |
34 tahun |
SP2 |
Transmisi Lokal |
|
PDP 016 |
RNR |
Perempuan |
48 tahun |
Jln Busiri Ujung |
Klaster Makassar |
|
PDP 017 |
SPP |
Perempuan |
20 tahun |
Gorong-gorong |
Klaster Surabaya |
|
PDP 018 |
RDL |
Laki-laki |
64 tahun |
Gorong-gorong |
Klaster Surabaya |
|
PDP 019 |
OPR |
Laki-laki |
28 tahun |
RS Tembagapura |
Transmisi Lokal |
Dengan situasi penularan lokal, penyebaran kasus covid-19 hampir merata di Kota Timika.
"Ini di tempat masyarakat suka beraktifitas, di pusat kota. Hampir semua jalan protokol ada ini," katanya.
Sementara untuk mempublikaskkan nama lengkap pasien, katanya, terkait dengan kerahasiaan dan persetujuan. Nama lengkap pasien hanya bhanya bisa dibuka jika mendapat persetujuan dari pihak keluarga yang dibuktikan dengan penandatanganan surat persetujuan.
"Tanpa persetujuan keluarga kami tidak akan membuka nama lengkap pasien," kata Reynold.
Keluarnya hasil positif enam pasien ini juga menambah dua klaster penularan baru di Timika, yaitu klaster Surabaya dan Makassar.
Mimika sampai saat ini masih berstatus siaga, tapi tak menutup kemungkinan, dalam beberapa waktu ke depan naik status menjadi tanggap darurat.
Reynold mengatakan, yang paling diantisipasi saat ini adalah jangan sampai penularan covid-19 sampai di kampung-kampung pedalaman Mimika. (Burhan)