Hearing Tahap I, Komisi IV DPRK Mimika Sambangi PUPR Bahas Realisasi Program dan Insiden Jembatan Aroanop
Komisi IV DPRK Mimika Hearing Tahap I ke Dinas PUPR Mimika, Foto: Faris/Papua60detik
Komisi IV DPRK Mimika Hearing Tahap I ke Dinas PUPR Mimika, Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik – Komisi IV DPRK Mimika melaksanakan Hearing Tahap I dengan mengunjungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Kamis (15/1/2026).

Hearing tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom dan dihadiri anggota Komisi IV, yakni Abrian Katageme dan Amos Jamang. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi bersama jajaran kepala bidang dan staf.

Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, menjelaskan bahwa hearing ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi DPRK sebagai lembaga legislatif, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan (kontrol) terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.

“Hearing ini dilakukan untuk mengetahui realisasi program tahun anggaran 2025, termasuk berbagai kendala yang dihadapi, serta menjadi bahan evaluasi untuk perencanaan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Elinus.

Selain itu, Komisi IV juga ingin mendapatkan gambaran menyeluruh terkait program-program yang telah dilaksanakan oleh Dinas PUPR, serta meminta penjelasan resmi mengenai insiden ambruknya Jembatan Gantung Aroanop di Distrik Tembagapura.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan bahwa pihaknya mengelola anggaran kurang lebih sebesar Rp600 miliar, termasuk anggaran rutin. Ia mengakui terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program tahun 2025.

“Kendala utama yang kami hadapi adalah menumpuknya tagihan di akhir tahun anggaran, sehingga masih ada beberapa pekerjaan yang belum sempat terbayarkan,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula beberapa program yang tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Menurutnya, sejumlah pekerjaan tidak memungkinkan untuk diselesaikan mengingat tahun anggaran 2025 sudah berada di penghujung waktu.

Terkait insiden Jembatan Gantung Aroanop, Inosensius menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan konsultan pengawas serta penyedia jasa atau kontraktor untuk mengambil langkah cepat.

“Insiden tersebut disebabkan oleh patahnya sling jembatan. Kami langsung merespons dengan mengirim sling pengganti dari jawa dan segera dilakukan pemasangan,” ungkapnya.

Diketahui, insiden tersebut mengakibatkan jembatan gantung di Aroanop mengalami kemiringan dan menyebabkan tiga orang pekerja mengalami luka-luka. (Faris)