Hujan Disertai Kilat, Petir dan Guntur Mewarnai Mimika September ini
Warga Timika menggunakan payung melindungi diri dari hujan
Warga Timika menggunakan payung melindungi diri dari hujan

Papua60detik – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Mimika memprakirakan, hujan disertai petir dan guntur yang mulai terasa beberapa hari ini akan berlangsung hingga Desember.

Forecaster BMKG Mimika, Aji Supraptaji menjelaskan, hujan disertai petir dan guntur disebabkan oleh tumbuhnya awan-awan konvektif di bagian selatan Mimika yang berasal dari awan cumulonimbus.

“Apa yang menyebakan fenomena itu, biasanya dihasilkan oleh awan-awan konvektif. Nah, awan-awan konvektif itu tumbuh karena adanya awan cumulonimbus,” jelas Supraptaji saat ditemui di kantor BMKG Mimika, Senin (07/09/2020)

Fenomena itu menurutnya bakal berlangsung dari September hingga Desember nanti. Tapi hujan petir dan guntur tak akan terjadi setiap hari.

"Tergantung dari pola angin dan dari tekanan udara yang membentuk tumbuhnya awan-awan tersebut," katanya.

Kepada masyarakat Mimika khususnya di daerah pesisir pantai, ia berpesan mewaspadai hujan pada malam dan dini hari. Selain faktor angin kencang, pada September ini juga akan sering terjadi petir dan guntur akibat dari masa peralihan.

Hujan di September ini, kata Supraptaji berpotensi sedang dan tidak berlangsung lama, terjadinya hanya pada malam dan dini hari. Prediksinya, intensitas hujan akan turun di akhir September.

Mimika sendiri telah melewati masa puncak curah hujan paling tinggi, yaitu pada Juli lalu.  Meski begitu, hujan masih akan terus turun meski dengan intensitas lebih rendah karena Mimika tak mengenal musim penghujan dan kemarau.

“Tetapi normalnya, (curah hujan) Timika itu masih tinggi kalau dibandingkan di bagian barat Indonesia. Soalnya kita untuk normalnya itu rata-rata perbulannya 300 mili, atau non musim. Jadi hujan di Timika itu sepanjang tahun,” katanya. (Yunita S)