Indra Penciuman Hilang, Mugkin Itu Gejala Covid-19
ilustasi hidung sebagai indra penciuman
ilustasi hidung sebagai indra penciuman

Papua60detik - Kehilangan indra penciuman atau anosmia merupakan salah satu daftar gejala mereka yang terinfeksi covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, gejala hilang indra penciman ini banyak dialami warga Timika tapi tak menyadarinya sebagai gejala covid-19.

"Hilang indra penciuman itu salah satu gejala yang hari ini sangat banyak dialami masyarakat di Kabupaten Mimika, baik itu tukang ojek, pasar, Jalan Kartini, kompleks perumahan," kata Reynold, Rabu (23/09/2020).

Agar penularan yang makin meluas saat ini bisa dikendalikan, ia meminta warga yang mengalami gejala anosmia segera melaporkan diri ke petugas kesehatan atau mendatangi Fasyankes terdekat.

Wawancara papua60detik.id dengan pasien covid-19 nomor 17 bernisial SPP membenarkan gejala anosmia juga dialaminya. Dari penuturannya, gejala anosmia muncul ketika ia mulai mengalami sesak nafas.

"Saya sudah tidak bisa cium bau. Saya tes ambil minyak kayu putih, kan (baunya) tajam sekali. Saya taruh banyak di tangan kok tidak ada bau yang masuk," kisah SPP awal Mei lalu.

Lain lagi cerita RNR, pasien covid-19 nomor 16. Ia tak mengalami gejala anosmia dan sesak nafas. Gejala paling berat dari covid-19 yang menginfeksinya hanya demam.

Anosmia atau kehilangan indra penciuman pertama kali diketahui sebagai gejala covid-19 pada akhir Februari 2020. Mengutip republika.co.id, anosmia resmi masuk ke dalam daftar gejala covid-19 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada April lalu.

Sementara Indonesia baru memasukkan kehilangan indra penciuman sebagai salah satu manifestasi klinis covid-19 pada revisi ke-5 Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang ditandatangani Menkes, Terawan Agus Putranto pada 13 Juli lalu.

Dokumen itu menyebutkan, gejala covid-19 yang paling umum adalah demam,rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, hilang penciuman dan pembauan atau ruam kulit.

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Namun beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun dan tetap merasa sehat. (Burhan)