Ini Dua Permintaan Petugas Puskesmas Timika Kepada Warga
Petugas Puskesmas Timika melayani pasien dalam era pandemi covid-19
Petugas Puskesmas Timika melayani pasien dalam era pandemi covid-19

Papua60detik - Petugas Puskesmas Timika punya dua permintaan sederhana tapi penting kepada warga dalam menghadapi pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) saat ini.

Pertama, warga diminta jujur menyampaikan riwayat perjalanan dan kontaknya kepada petugas kesehatan.

"Kami mohon kejujuran. Jujur. Kalau memang kamu sudah terpapar dengan orang positif, jangan malu dan jangan takut dikucilkan, datang, lapor ke covid (posko) atau ke Fasyankes terdekat supaya cepat dipantau dan ditangani. Jangan tunggu sakit berat atau sudah menularkan ke orang lain baru datang," pesan Kepala Puskesmas Timika, Maria Yosinta Rahangiar saat ditemui wartawan, Kamis (23/04/2020).

Bahkan dalam beberapa kasus tenaga kesehatan ikut terinfeksi covid-19 karena ketidakjujuran pasien. Akhirnya, tenaga kesehatan harus diisolasi, bahkan ada yang meninggal dunia. Padahal, kehadiran tenaga kesehatan justru sangat dibutuhkan di tengah pandemi covid-19.

Kedua, warga diminta untuk sementara tinggal di rumah. Tinggal di rumah diyakini sebagai cara efektif menekan laju penularan covid-19.

"Kalau kalian ingin menolong petugas kesehatan, tinggal di rumah. Tolong tinggal di rumah, jangan jalan ke sana kamari," lanjutnya.

Seperti diketahui, covid-19 ditularkan melalui kontak manusia ke manusia. Jika mobilitas atau pergerakan warga masih tinggi, maka pengendalian penularan virus ini bakal makin lama.

Puskesmas Timika saat ini menjadi salah satu lini terdepan dalam upaya deteksi kasus covid-19. Setiap hari, tim survailance Puskesmas Timika melaporkan temuan ke Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Mimika.

Maria mengakui, ia dan petugasnya sempat panik menghadapi situasi penularan covid-19. Mereka tak dibekali Alat Pelindung Diri (APD) terstandar. Sementara tak ada jaminan, warga yang datang berkunjung belum terpapar virus yang menular sangat cepat ini.

"Kalau mau dibilang panik, semua orang akan panik. Panik itu manusiawi. Kalau ada rasa nyaman, kami bisa bekerja dengan baik," katanya.

Untungnya, beberapa instansi maupun pribadi sudah membantu APD bagi petugas Puskesmas Timika. Beberapa diantaranya, DPRD Mimika, IDI, salah satu dokter dari Yogyakarta, dan terakhir KNPI Mimika membantu 25 unit pakaian hazmat. (Burhan)