Ini Siasat Dinkes Mimika Ketika Mesin PCR Rusak
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.

Papua60detik- Naas, mesin real time PCR RSUD Mimika malah rusak di masa paling dibutuhkan.

RSUD Mimika terpaksa mengirim Pemeriksaan sampel spesimen swab ke Klinik Kuala Kencana dan Jayapura. Tapi kapasitas pemeriksaan bakalan tak sebanyak dulu dan memakan waktu lebih lama.

Sementara kecepatan pemeriksaan jadi salah satu penentu pengendalian penularan covid-19. Prinsipnya, lebih cepat hasil diketahui, lebih cepat pula penanganannya.

Mensiasati rusaknya PCR yang tak pasti kapan kembali bisa berfungsi, Dinkes mengambi langkah mengadakan rapid test antigen.

“Kami mensiasati dengan menggunakan rapid test antigen. Kontak tracing dilakukan, hasil kontaknya diswab, kalau yang positif langsung kami usul untuk PCR, kemudian yang negatif kami minta untuk karantina sehat nanti diswab kembali pada hari ke 14,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Selasa (20/10/2020).

Rapid test antigen ini dipercaya mampu mendeteksi dengan cepat keberadaan antigen virus covid-19 pada sampel yang diambil dari saluran pernapasan.

Reynold mengklaim, rapid test antigen memiliki tingkat spesifisitas, mampu menemukan kasus positif hingga 98 persen.

“Agar kontak-kontak erat bisa mengetahui status mereka dengan cepat. Tidak menunggu lama karena saat ini kasus covid-19 sudah cukup tinggi dan rapid test ini lebih efektif dibandingkan rapid test yang ada saat ini,” katanya.

Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah bekerja sama mengadakan 1.000 alat rapid test antigen. Masing-masing 500 alat.

Langkah menggunakan rapid test antigen ini pun dipercaya mampu mengurangi beban pemeriksaan PCR di Klinik Kuala Kencana dan RSUD Mimika jika nanti mesinnya kembali difungsikan. (Anti Patabang)