Ini Tiga Target Edukasi Tim Promkes Moblie Dinkes Mimika
Tim Promosi Kesehatan (Promkes) mobile saat mengedukasi warga di wilayah Distrik Wania, Senin (14/09/2020).
Tim Promosi Kesehatan (Promkes) mobile saat mengedukasi warga di wilayah Distrik Wania, Senin (14/09/2020).

Papua60detik - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika kembali menurunkan Tim Promosi Kesehatan (Promkes) mobilenya mulai Senin (14/09/2020) hingga Desember mendatang.

Tim yang turun adalah staf Promkes dari 10 Puskesmas di seputaran Kota Timika. Tim ini akan turun tiga kali seminggu menyasar warga di wilayah Puskesmas masing-masing.

Ada tiga target edukasi bergerak ini, yaitu pencegahan penularan covid-19 dan malaria serta ajakan ikut imunisasi.

Pada pencegahan penularan covid-19 anjurannya tetap sama, penerapan protokol kesehatan, 3M; mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

"Kita masih di masa pandemi covid-19, bagaimana cara kita menginformasikan kepada masyarakat supaya masyarakat tahu dan melakukan pencegahan," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika, Lenni Silas SKM MKes.

Penerapan protokol kesehatan menjadi penting untuk mengurangi risiko penularan covid-19 di masa new normal. Apalagi dalam dua minggu pertama September, kasus konfirmasi covid-19 bertambah signifikan di Mimika.

Dari peningkatan kasus itu gampang ditarik kesimpulan, muaranya ada di ketidakpatuhan menerapkan protokol kesehatan 3M.

Seperti covid-19, penyakit malaria pun belakangan ini mengalami lonjakan kasus. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk anopheles betina ini memang masih endemik di Mimika.

"Bahwa ketika masyarakat sakit malaria, mereka berobat diupayakan minum obat sampai tuntas, tepat dosis tepat waktu," pesan Lenni.

Meski saat ini layanan sedang berjibaku pada penanganan trend lonjakan kasus dua penyakit itu, kata Lenni, layanan esensial kesehatan tak boleh ditinggalkan, salah satunya program imunisasi pada bayi ibu hamil dan anak sekolah.

Imunisasi bagaimanapun adalah hak warga. Tapi karena di masa pandemi covid-19, layanan imunisasi baik di Puskesmas maupun Posyandu saat ini wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau dulu dempet-dempet, sekarang kita atur jarak. Sesi pertama 10 dulu masuk setelah selesai edukasi, edukasi dan lain-lain, mereka kembali, 10 orang lagi masuk. Alur keluar masuknya kita atur," jelasnya. (Joe Situmorang)