Jadi Klaster Penularan Covid-19, BUMN di Timika Malah Tuding Petugas Kesehatan Berkonspirasi
Papua60detik - Dua BUMN saat ini menjadi klaster baru penularan covid-19 di Kota Timika. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra enggan menyebut nama dua BUMN itu.
Dari klaster BUMN ini sudah ditemukan lebih dari 20 kasus, menular dari orang dewasa sampai anak-anak di dalam rumah. Pola penularannya sederhana, bermula dari kasus impor, lalu menular di kantor dan kini sudah sampai ke dalam rumah.
"Klaster BUMN inilah yang menjadi klaster panjang, dari klaster kantor sampai ke klaster rumah yang dalam satu bulan ini bertahan," kata Reynold, Selasa (08/09/2020).
Parahnya, BUMN bersangkutan tak kooperatif dengan petugas kesehatan. Misalnya, ungkap Reynold, mereka memaksakan isolasi mandiri tanpa melewati pertimbangan medis dari rumah sakit.
"Tidak boleh itu company (perusahaan) dia melakukan intervensi, ini harus dihentikan, ini harus diisolasi mandiri. Saya bilang, maaf ini ada keputusan medis," cerita Reynold.
Tapi ketika BUMN ini diminta membuat pernyataan siap bertanggung jawab jika penularannya sampai kepada non karyawan, misalnya ke keluarga, mereka juga enggan.
Bahkan, kata Reynold, upaya tenaga kesehatan dianggapnya hanya dibuat-buat, bagian dari konspirasi.
"Ini kan masalah. Mereka tidak berfikir bahwa ini masih pandemi covid. Presiden saja bicara apalagi dia kepala BUMN yang ada di Timika. Ini tidak bisa serta merta mengatasnamakan perusahaan. Anda bertanggung jawab loh kalau misalnya anak-anak terinfeksi," ujarnya.
Tapi yang pasti, tambahan kasus konfirmasi positif dari klaster BUMN itu secara signifikan mendongkrak angka reproduksi efektif kasus covid-19 di Kabupaten Mimika.
Pekan lalu angka reproduksi efektif kasus covid-19 di Mimika sempat di atas dua lalu kembali turun di bawah dua pekan ini.
Sikap tak kooperatif, kata Reynold jelas menghambat upaya pengendalian covid-19. Sebelum masa new normal, penularan di klaster keluarga bisa selesai dalam sebulan.
Sementara klaster keluarga yang penularannya bersumber dari klaster BUMN ini sejak Agustus hingga September sekarang belum kelar. (Yunita S)