Keerom Kembali Kondusif Pasca Aksi Pembakaran Kantor Pemerintahan
Sekelompok massa masih sempat melakukan pemalangan jalan di Kabupaten Keerom, Jumat (02/10/2020) pagi.
Sekelompok massa masih sempat melakukan pemalangan jalan di Kabupaten Keerom, Jumat (02/10/2020) pagi.

Papua60detik - Situasi Kabupaten Keerom dikabarkan telah kembali kondusif pasca aksi anarkis ratusan orang yang tidak terima dengan pengumuman hasil CPNS tahun 2018, Kamis (01/12020) kemarin.

Kendati demikian, aparat gabungan masih terus melakukan penjagaan ketat di beberapa objek vital, seperti Kantor Pemerintahan Kabupaten Keerom, Jumat (02/10/2020).

Kapolres Keerom, AKBP Bahktiar Joko Mujiono menyebutkan, ratusan personel gabungan baik dari Polres dan dibackup Dalmas serta Brimob Polda Papua diterjunkan guna mengantisipasi terulangnya kejadian kemarin.

"Kami lakukan penjagaan ketat di Kantor Bupati dan Otonom Keerom. Kami juga sudah ploting anggota di beberapa titik untuk mengantisipasi aksi susulan," kata Bahktiar melalui sambungan panggilan, Jumat sore.

Pasalnya, Jumat pagi tadi, sekelompok massa kembali melakukan pemalangan.  Aparat kemudian membubarkan  aksi tersebut dengan memberikan tembakan peringatan dan gas air mata. Tiga orang diduga provokator pun berhasil diamankan.

"Sudah kami bubarkan dan tiga orang diamankan yang diduga sebagai provokator. Sedangkan kemarin sore tiga orang lagi, jadi total ada enam orang. Mereka semua sudah berada di Polres untuk pemeriksaan oleh penyidik," katanya.

Sekelompok massa pada Kamis kemarin melakukan perusakan dan pembakaran Kantor Pemerintahan di Keerom. Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) menjadi sasaran amukan massa.

Kedua kantor tersebut dibakar habis sementara Kantor Bupati Keerom rusak parah. Kaca-kaca pecah akibat lemparan batu.

Informasi yang dihimpun, sekelompok massa itu tidak puas dengan hasil seleksi CPNS Formasi 2018. Dimana, kuota 80 persen yang harusnya diberikan kepada Orang Asli Papua, malah tidak sesuai dengan hasil yang diumumkan. (Salmawati Bakri)