Kodam XVII/Cenderawasih Bantah Ada Pengeboman di Nduga
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman. Foto: Dok Papua60detik
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman. Foto: Dok Papua60detik

Papua60detik - Kodam XVII/Cenderawasih membantah isu yang disebar Kelompok Separatis Teroris (KST) yang menyebut pemerintah Indonesia melakukan pengeboman di wilayah Nduga.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan, informasi yang disebar itu hoax atau bohong.

"Aparat gabungan TNI-Polri tidak mungkin melakukan pengeboman karena keselamatan Pilot Susi Air Capt Philips Marks Mehrtens dan masyarakat adalah yang utama begitu juga TNI-Polri bekerja secara profesional dan terukur," kata Kapendam dalam rilisnya, Rabu (26/4/2023) malam.

Menurutnya, kelompok bersenjata yang ia sebut KST itu saat ini sedang memainkan narasi bahwa korban ada di pihak mereka atau playing victim. Padahal kata Kapendam, nyatanya KST yang melakukan pembunuhan terhadap masyarakat, tukang ojek, tenaga kesehatan, pekerja bangunan bahkan menyerang aparat keamanan yang sedang bertugas dalam operasi pencarian dan penyelamatan Kapten Philip.

Ia berharap, KST yang dipimpin Egianus Kogoya segera melepas Capt Philip Mark Mehrtens sehingga tidak ada operasi di wilayah Nduga dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya kembali seperti sedia kala.

"Kami mohon doa dan dukungannya. Proses pencarian dan penyelamatan Pilot Susi Air dapat berjalan dengan aman dan sukses," tutup Kapendam.

Seperti diketahui dalam video yang beredar, Capt Philip Mark Mehrtens mengungkap kondisinya yang baik-baik saja sambil diapit dua anggota kelompok yang menyanderanya.

Di dalam video itu, Capt Philip Mark Mehrtens juga meminta pemerintah indonesia tidak melakukan pengeboman karena membahayakan dirinya dan orang-orang di sana. (Burhan)