Lima Kelurahan di Mimika Turun dari Zona Merah ke Zona Kuning Penularan Covid-19
Petugas Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika sedang mengisi papan update kasus
Petugas Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika sedang mengisi papan update kasus

Papua60detik - Per 12 Juni 2020, sudah 330 kasus covid-19 yang ditemukan di Kabubaten Mimika. Dari jumlah kumulatif tersebut, sebanyak 156 telah dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia.

Jika dipersentasekan, angka rata-rata kesembuhan pasien covid-19 di Mimika mencapai 47,27 persen, hampir separuh dari kumulatif kasus. Sementara angka kematian rata-rata di bawah 2 persen atau 1,81 persen.

Di wilayah provinsi Papua, dari 1.211 kumulatif kasus, sebanyak 342 pasien telah dinyatakan sembuh pada 12 Juni 2020.  Dari angka itu, bisa dihitung, Kabupaten Mimika menyumbang 45,61 persen angka kesembuhan di Papua.

Juru Bicara Percepatan Pegendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengatakan angka rata-rata kesembuhan pun kematian merupakan tolak ukur penanganan covid-19.

"Meskipun terjadi peningkatan kasus tetapi dibarengi angka kesembuhan tinggi dan angka kematian masih di bawah 2 persen," kata Reynold Ubra.

Tingginya angka kesembuhan di Mimika juga berdampak pada penetapan zona penularan. Saat ini, lima kelurahan, yaitu Kuala Kencana, Timika Jaya, Karang Senang, Kamoro Jaya dan Inauga diturunkan statusnya dari zona merah ke zona kuning.

Begitupun dengan dua kampung, Mandiri Jaya dan Mimika Gunung kembali ke zona hijau setelah sebelumnya diidentifikasi sebagai zona kuning penularan covid-19.

Reynold menyebut, rata-rata masa perawatan pasein covid-19 sampai dinyatakan sembuh di Mimika adalah 18,7 hari. Pasien dengan penyakit penyerta biasanya butuh masa perawatan lebih lama, bahkan ada yang mencapai 60 hari dalam perawatan.

Khusus di RSUD Mimika, kata Reynold, saat ini 95 persen pasien yang dirawat sudah dalam kondisi tanpa gejala. Sisanya, 5 persen dengan gejala ringan.

"Kami berharap masyarakat di Kabupaten Mimika tetap memberikan dikungan kepada tim medis yang sedang bekerja merawat pasien pasien covid-19 sehingga proses kesembuhannya ini bisa dipercepat," pesan Reynold.

Pada wawancara sebelumnya, Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu menyebut, durasi perawatan hingga pasien dinyatakan sembuh dipengaruhi banyak faktor.

"Yang jelas yang pertama faktor imunitas karena obatnya tidak ada dan sampai saat ini tidak ada obat yang betul betul dikatakan efektif untuk penyembuhan corona," katanya.

Selain pengobatan yang disesuaikan dengan gejala pasien dan vitamin untuk meningkatkan imunitas, faktor psikis juga membawa pengaruh dalam proses kesembuhan pasien covid-19. (Burhan)