Mengartikan Tingginya Angka Kasus Positif Covid-19 di Mimika
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

Papua60detik - Hingga Sabtu (20/05/2020), kumulatif pasien positif covid-19 di Kabupaten Mimika sudah mencapai angka 87 kasus. Sebanyak 13 pasien telah dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Untuk sementara, angka 87 temuan kasus itu tertinggi dari 12 kabupaten kota yang dilaporkan telah terpapar covid-19 di Provinsi Papua.

Penambahan signifikan dan cepat angka kasus positif covid-19 di Mimika melahirkan banyak tafsiran. Paling umum, angka besar itu dikaitkan dengan kinerja Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Mimika, Reynold Ubra menjelaskan perihal bagaimana sebenarnya makna di balik angka temuan kasus ini.

Menurutnya, menemukan kasus covid-19 adalah sebuah keberhasilan. "Menemukan kasus ini adalah membongkar gunung es. Ini adalah suatu keberhasilan bagaimana menemukan kasus-kasus yang tidak bergejala," kata Reynold.

Ibarat gunung es, kasus yang telah ditemukan berada di atas permukaan air, sudah tertangani. Sementara di bawah permukaan air, bongkahan gunung es yang tak kelihatan adalah kasus yang belum ditemukan.

Melakukan deteksi dini, menemukan kasus secepat mungkin melalui tim survailance menjadi penting untuk membongkar gunung es di bawah permukaan air ini.

Apalagi secara nasional sebutnya, orang yang secara sadar datang mengakses layanan kesehatan dalam rangka deteksi dini penyakit menular  tidak lebih dari 30 persen. Fenomena serupa terjadi di Kabupaten Mimika.

"Artinya apa, penduduk di Mimika yang secara sadar mau melakukan pemeriksaan itu masih sangat rendah, sehingga langkah yang dilakukan adalah melakukan pelacakan kasus secara aktif. Menemukan covid-9 secara dini melalui rapid test, ini adalah deteksi kasus yang dilakukan secara aktif," kata Reynold

Mudahnya, kinerja tim survailance Tim Gugus Tugas Mimika bisa dilihat dari angka ODP,  PDP dan OTG yang telah ditemukan. Karena ditemukan lebih dini, penanganannya pun lebih cepat. Maka tak heran laporan temuan PDP dari rumah sakit makin berkurang karena sudah ditemukan lebih awal oleh tim survailance.

Penemuan kasus lebih dini baik melalui pelacakan kontak erat maupun rapid test juga penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Prinsipnya jika ditangani lebih cepat, peluang sembuh pasien pun jauh lebih besar dan penularan ke orang lain bisa langsung dicegah.

"Memang masyarakat melihat kasus tambah banyak ini ketidakberhasilan Tim Gugus. Saya mau tegaskan di sini, kasus TB yang tinggi, kasus HIV yang tinggi, malaria yang tinggi di Kabupten Mimika itu menunjukkan kemampuan survailance penyakit menular," jelas Reynold

Sederhananya, menemukan kasus sebanyak mungkin dan sedini mungkin adalah upaya penting dalam mengendalikan penularan covid-19.

Tapi upaya ini, kata Reynold hanya menyelesaikan akibat. "Untuk menyelesaikan sebab, supaya kasus jangan banyak, kuncinya ada di masyarakat, yaitu tetap tinggal di rumah," katanya. (Burhan)