Mimika Dipastikan Masih Bebas Penyakit Mulut dan Kuku
Kepala Disnak dan Keswan, drh Sabelina Fitriyani.   Foto:
Kepala Disnak dan Keswan, drh Sabelina Fitriyani. Foto:

Papua60detik - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Mimika memastikan tidak menemukan hewan ternak yang terindikasi menderita Penyakit  Mulut dan Kuku (PMK). 

Kesimpulan itu berdasarkan survei klinis di beberapa lokasi peternakan di SP5, SP6, SP7, dan SP13.

“Sapi semua dalam keadaan sehat. Tidak ada ditemukan PMK,” kata Kepala Disnak dan Keswan Mimika, drh Sabelina Fitriyani saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/6/2022).

Penyakit yang membahayakan kesehatan ternak ini sudah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah  Jawa Timur. Hal ini membuat Pemerintah Provinsi Papua melarang sapi dan daging masuk dari luar Papua.

Pemprov Papua hanya memperbolehkan sapi dari empat daerah Merauke, Sorong, Keerom dan Manokwari beredar di Papua.

“Jadi bukan saja hewan ternaknya yah, daging juga saat ini dilarang dari luar Papua,” ungkapnya.

Meski diprediksi berdampak pada harga hewan ternak dan daging di pasaran, namun kebijakan itu kata Sabelina untuk kepentingan masyarakat juga.

“Karena nanti kita izinkan dari luar kemudian terjadi apa-apa kita akan disalahkan. Jadi saya yakin juga masyarakat bisa memahami situasi ini. Dan harga di pasar masih stabil yah. Tapi kita tidak tahu ke depan,” tuturnya. 

Memang penyakit yang disebabkan oleh aphthovirus tidak menular ke manusia, tetapi PMK secara ekonomi sangat merugikan peternak.(Anti)