Mimika Optimis Tanpa Pembatasan Waktu Aktifitas Mulai 3 Juli
Rapid test terhadap pekerja jasa spa di Kota Timika
Rapid test terhadap pekerja jasa spa di Kota Timika

Papua60detik - Kabupaten Mimika makin dekat ke pola hidup new normal atau tananan hidup normal baru di masa pandemi covid-19 tanpa pembatasan waktu aktifitas seperti di masa PSDD

Reynold Ubra selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 maupun sebagai ahli epidemiologi memprediksi mulai 3 Juli Mimika sudah bisa memasuki tananan hidup normal baru.

Kepastiannya tentu akan diputuskan setelah evaluasi pelaksanaan masa adaptasi tata hidup baru yang berakhir pada 2 Juli nanti. Indikator penentunya adalah angka reproduksi efektif kasus covid-19.

"Saya sangat yakin kasus covid-19 di tanggal 2 Juli pasti akan turun dan angka reproduksi efektif kasus kita saya prediksi ada di bawah nol koma sekian persen. Jadi kita sudah bisa masuk di masa new normal," kata Reynold, Minggu (28/06/20).

Tetapi jika angka reproduksi efektif kasus di atas angka satu, maka kemungkinan pembatasan waktu aktifitas akan dilanjutkan.

Gambaran angka reproduksi efektif kasus di Mimika masih ibarat pelana kuda tapi tetap ada di bawah satu. Pada empat hari ke belakang turun sampai 0,3 dari sebelumnya di angka 0,7. Tapi penambahan 15 kasus yang dilaporkan RS Tembagapura pada Hari Minggu ini kembali mendongkrak angka reproduksi efektif kasus ke angka 0,68.

Hal itu yang jadi alasan Tim GTPP C-19 mewanti-wanti warga tetap menerapkan protokol kesehatan. Termasuk mematuhi pembatasan waktu beraktifitas di masa adaptasi sekarang.

Apalagi dibukanya kembali Bandara Mozes Kilangin membuka kesempatan para pelaku perjalanan dari zona merah penularan covid-19 mulai berdatangan ke Kota Timika.

Hidup di dalam tananan normal baru berarti tiada lagi pembatasan waktu aktifitas. Pembeda dari hidup di masa normal lama adalah penerapan protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker dan penjarakan fisik saat beraktfitas di luar rumah.

Untuk memastikan itu kata Reynold, Pemkab akan menerbitkan aturan penerapan protokol kesehatan di segala aspek hidup warga Mimika.

"Masing-masing bertanggung jawab atas kesehatannya dan berkewajiban tidak menularkan ke orang lain," kata Reynold.

Memasuki masa tananan hidup normal baru bukan berarti Tim GTPP C-19 khususnya di bidang kesehatan bisa merenggangkan ikat pinggang. Mereka masih tetap menjalankan rutinitas deteksi kasus, tracing kontak dan isolasi.

Upaya lain di bidang kesehatan yaitu menormalkan penanganan covid-19 seperti penyakit-penyakit lain.

"Kami sudah punya protokol untuk pengawasan isolasi mandiri seperti TB MDR dan testingnya mengadopsi HIV," katanya. (Burhan)