Obat Malaria di Mimika Hanya Cukup Sampai Kamis Ini
Papua60detik- Persedian obat anti malaria (OAM) di Kabupaten Mimika mulai menipis.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan stoknya tinggal sekitar 400 blister pack dan itu diperkirakan hanya akan mampu bertahan hingga hari Kamis pekan ini.
Ia menjelaskan penyebab kekosongan obat bukan karena kasus malaria di Kabupaten Mimika meningkat, tetapi karena saat ini pabrik obat tidak memiliki bahan baku.
“Ini terjadi di seluruh Indonesia dan Papua. Bahan bakunya kan impor. Jadi pabrik tidak membuat obat. Nanti di akhir tahun,” ungkapnya saat ditemui, Senin (30/5/2022).
Selain itu, berkurangnya stok juga terjadi karena banyaknya obat yang terbuang sia-sia. Banyak pasien yang tidak patuh minum obat. Terbukti 70 persen kasus malaria yang ada di Mimika saat ini adalah karena kasus kambuhan. Bukan kasus baru.
“Hari ini obat sebenarnya kalau kita lihat banyak pasien tidak patuh dari rata-rata kasus dalam sehari antara 250 sampai 300 dari seluruh Faskes, kalau dari 300 hanya 30 persen yang patuh berarti sisa obat ada yang nganggur di rumah. Mari kita kali itu kalau itu dalam sehari atau itu dalam seminggu berapa ratus ribu obat yang ada di rumah-rumah,” jelasnya.
Menurutnya hal yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan ini adalah masyarakat harus mengubah mindset. Patuh minum obat, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“Yang harus diubah adalah mindset kita untuk mencegah daripada mengobati,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kekosongan obat anti malaria, Dinkes Mimika kata Reynold akan berusaha meminjam obat dari kabupaten tetangga. (Anti)