Orang Gangguan Jiwa di Timika Terus Bertambah
Papua60detik - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Mimika terus mengalami peningkatan. Terbukti di Tahun 2021 lalu, Dinas Sosial mencatat hanya 28 ODGJ, namun di 2022 ini sudah bertambah menjadi 45 orang dengan gejala ringan hingga sedang.
Menangani situasi ini, Dinas Sosial (Dinsos) mendatangkan dokter spesialis jiwa, dr Izak Samay dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura, Jayapura untuk memberikan pengobatan kepada ODGJ di Panti Rehabilitasi Timika. Kamis (16/6/2022).
Mendatangkan dr Izak untuk kedua kalinya diyakini mampu membantu pengobatan ODGJ. Pasalnya di tahun 2021 lalu dari 15 ODGJ Mimika yang diobati 6 orang diantaranya berhasil dinyatakan sembuh dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Mimika, Paulus Saile mengatakan enam orang yang sembuh adalah mereka yang mendapatkan perhatian khusus dari keluarga.
“Sembuh karena dia minum obat teratur, istirahat yang baik. Karena kita lihat ini ada banyak keluarga yang tidak punya perhatian dan dibiarkan begitu saja sehingga tambah parah,” jelasnya.
Paulus mengatakan persoalan ODGJ di Mimika bisa diselesaikan jika Mimika memiliki rumah sakit khusus atau minimal rumah singgah agar pengobatannya bisa teratur.
“Salah satu kendala kita adalah kita tidak punya rumah sakit jiwa sehingga membuat sulit kita untuk memberikan pelayanan yang maksimal,” tegasnya.
Selain itu, kepedulian keluarga juga dipercaya mampu membantu penyembuhan ODGJ.
“Kalau keluarga peduli kan lebih baik lagi. Misalnya kalau ada pengobatan seperti sekarang keluarga harus memperhatikan agar minum obat teratur dan juga jangan biarkan tidur di luar,” tuturnya.
Asisten 3 Pemda Mimika, Hendritte Tandiyono mengakui bahwa persoalan ODGJ di Mimika memang sulit diatasi karena tidak adanya tempat perawatan khusus. Namun menurutnya tempat bukan persoalan utamanya, yang terpenting adalah perhatian keluarga.
“Saya harap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Karena kegiatan ini sangat penting karena sangat dibutuhkan mereka yang ODGJ,” tegasnya.
Ia berharap ke depan Dinsos bisa terus membuat program yang bertujuan merangkul ODGJ.
“Kita jangan biarkan mereka. Tapi kita harus peduli karena itu yang mereka butuhkan,” tuturnya. (Anti)