Pentingnya HPK Cegah Anak Stunting
Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Hotel Horison Ultima, Rabu (07/10/2020).
Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Hotel Horison Ultima, Rabu (07/10/2020).

Papua60detik -  Pemenuhan asupan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat penting mencegah stunting pada balita.

HPK merupakan periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan seorang anak.

Memperhatikan kecukupan gizi sebelum dan selama kehamilan, memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif, memberikan makanan pendamping ASI sesuai kecukupan gizi anak dapat mencegah anak stunting.

"Ibu hamil diharapkan mengkonsumsi tablet tambah darah selain itu memberikan imunisasi secara lengkap kepada anak," kata Ketua Panitia Kegiatan Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Lenni Silas dalam laporannya di Hotel Horison Ultima, Rabu (07/10/2020).

Secara umum, stunting atau kerdil merupakan kondisi ketika balita atau anak memiliki tinggi badan kurang jika dibandingkan umurnya. Kondisi ini menggambarkan terjadinya gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi kronis.

Angka prevalensi stunting di Kabupaten Mimika kisaran 9 persen. Angka itu sebenarnya jauh lebih rendah dari prevalensi nasional, 27,67 persen pada 2019.

Tapi stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Mimika, bukan hanya karena angka kasusnya, tapi dari kompleksitas pemicu dan penyebabnya.

Sebab itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Jenni O Usmani mengaku, menyambut baik pertemuan lintas sektor dan OPD dalam rangka menekan angka stunting.

Menurutnya, permasalahan stunting bersifat multidimensional. Penyebabnya tidak hanya kemiskinan dan akses terhadap pangan, tetapi juga pola pemberian makanan pada anak.

Jenny berharap, penyusunan rencana aksi daerah akan menghasilkan rencana program atau kegiatan untuk peningkatan cakupan dan integrasi intervensi gizi pada tahun berjalan dan atau satu tahun mendatang.

"Saya berharap agar kegiatan koordinasi ini tidak hanya dilaksanakan secara seremonial saja, tapi harus segera ditindaklanjuti. Saya juga mengimbau kepada Dinkes untuk terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya perbaikan gizi serta mikro gizi bagi balita di kabupaten Mimika," pungkasnya. (Fachruddin Aji)