PLN Kembali Berjanji, Kokonao Berlistrik Sebelum Pergantian Tahun
Perss conference Manajemen PLN UP3 Timika di Hotel Horison Diana, Jumat (13/11/2020).
Perss conference Manajemen PLN UP3 Timika di Hotel Horison Diana, Jumat (13/11/2020).

Papua60detik - Setelah sekian banyak janji, komitmen yang tak jadi kenyataan, kini Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi kembali menjanjikan Kokonao bakal berlistrik sebelum tahun 2020 berakhir.

Ia mengatakan janji itu sudah disampaikan ke Wakil Bupati, Johannes Rettob dan Komandan Brigif 20/IJK, Letkol Inf Edy Widyanto yang mendesak Kokonao berlistrik pada November

“Kalau bulan ini (November) berarti kita bisanya di tanggal terakhir yaitu tanggal 30. Yah kita berdoa supaya semuanya siap walaupun ada laporan ada beberapa material yang harus datang dari luar Papua,” katanya pada perss conference di Hotel Horison Diana, Jumat (13/11/2020).

Apalagi ungkap Martinus, sejak beberapa bulan terakhir, hampir setiap hari perwakilan Distrik Mimika Barat selalu datang menanyakan hal ini ke Kantor PLN UP3 Timika.

Ia mengaku akan sangat berdosa kepada masyarakat Kokonao jika tidak terealisasi tahun ini pasalnya jaringan listriknya sudah dibangun sejak tahun 2017. Listrik sudah sangat lama dirindukan masyarakat di sana.

Kali kata Martinus, PLN tidak akan memberi janji palsu.

“Kokonao itu jaringannya itu sudah siap per 2017. Makanya mungkin kalau masyarakat menganggap bahwa ini janji-janji palsu, maka saya mau tampil sebagai seorang yang bertanggung jawab atas kesalahan kemarin (tahun-tahun sebelumnya). Ini bukan PHP,” katanya.

Adapun mesin pembangkit yang disiapkan berkapasitas 100 MW dan akan dioperasikan 12 jam setiap harinya yakni pukul 18.00-00.00, kemudian dilanjutkan pukul 06.00-12.00 yang akan melayani sekitar 300 pelanggan.

Namun untuk merealisasikan hal itu, PLN akan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyediakan transaski pengisian token dan Telkomsel untuk menyiapkan jaringan.

Sebelumnya, PLN UP3 Timika beralasan mesin pembangkit yang telah mereka datangkan tak bisa beroperasi karena tak ada operator.

Naasnya, saat ini PLN di semua wilayah tidak diperbolehkan melakukan rekrutmen pegawai baru karena kondisi keuangan perusahaan plat merah ini sedang tidak stabil.

Mengakali kebijakan itu, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah distrik untuk menanggung biaya atau gaji operator terlebih dulu. Hal itu PLN Timika lakukan di Asmat. (Anti Patabang)