Polisi Kembali Bongkar Pabrik Miras Lokal di SP4
Polisi membongkar tempat produksi minuma keras lokal jenis sopi di wilayah SP4, jalur 6 ujung, Distrik Wania pada Kamis (24/06/2020).
Polisi membongkar tempat produksi minuma keras lokal jenis sopi di wilayah SP4, jalur 6 ujung, Distrik Wania pada Kamis (24/06/2020).

Papua60detik - Polisi kembali membongkar tempat produksi minuma keras lokal jenis sopi di wilayah SP4, jalur 6 ujung, Distrik Wania pada Kamis (24/06/2020).

Beberapa hari sebelumnya, jajaran Polres Mimika menggerebek tempat produksi miras lokal di sepanjang Kali Wania Distrik Mimika Timur.

Berdasarkan informasi warga, jajaran Polres Mimika langsung lakukan operasi ke SP4.

Barang bukti yang ditemukan yakni dua camp atau tempat produksi, pipa, alat penyulingan, drum, campuran bahan siap masak serta bahan baku fermentasi seperti ragi. Di camp itu juga ditemukan miras lokal sopi yang sudah jadi.

Tak seorang pun pelaku yang ditanpkap. Kasat Sabhara Polres Mimika, AKP M Rosman Latuconsina mengatakan, kemungkinan pelaku memproduksi miras lokal sambil memonitor kehadiran aparat keamanan.

"Sesuai informasi mereka masak pada malam hari dan mereka keluarkan hasil setelah masak itu pada dini hari," jelasnya.

Perkiraan omzet dalam satu hari pembuatan miras lokal bisa di atas Rp10 juta. Cara hitungnya sederhana, dalam satu jam bisa menghasilkan 20 liter sopi. Jika salam sehari pelaku bisa berproduksi selama lima jam maka bisa menghasilkan 100 liter, dua camp berarti 200 liter. Jika harga jualnya Rp50 ribu perbotol air mineral ukuran 600 ml maka omzetnya bisa sampai diatas Rp10 jutaan dalam sehari.

"Kalau kita lihat ada dua tempat dengan bahan siap masak dan fermentasi kemungkinan bisa menghasilkan sekitar 200 liter," kata Rosman.

Seperti tempat produksi miras lokal yang sebelumnya digrebek, yang di SP4 pun tak memperhatikan kebersihan. Air yang digunakan jauh dari higienis.

 Proses produksi miras lokal di Timika saat ini makin instan dan sederhana. Bahannya hanya gula pasir, fermipan dan air. Itu juga yang jadi sebab harga jualnya jauh lebih murah dibanding miras pabrikan.

Sebotol ukuran sedang air mineral  ditawarkan hanya Rp50. 000. Sejergen ukuran 5 liter bisa laku Rp250.000. Harga yang murah diduga menjadi sebab sulitnya miras jenis ini hilang di pasar gelap di Kota Timika.

"Pemilik pabrik ini masih dalam lidik, karena ada beberapa warga yang kami temui di luar belum bisa terbuka," tuturnya. (Novita R)