Polisi Tetapkan Lima Tersangka Perusakan dan Pembakaran Kantor Pemerintahan Keerom
Papua60detik - Polisi akhirnya menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam aksi perusakan dan pembakaran Kantor Pemerintahan di Kabupaten Keerom pada Kamis (01/10/2020) lalu.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, penetapan kelima tersangka itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 16 orang saksi dan penemuan barang bukti di lokasi kejadian.
"Penyidik Polres Keerom sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi diantaranya 13 dari anggota Polri yang melakukan pengamanan saat kejadian di TKP dan tiga orang dari staf pemerintah daerah Kabupaten Keerom," sebutnya dalam rilis Bidang Humas Polda Papua yang diterima Papua60detik, Selasa (06/10/2020).
Kelima tersangka, kata Kapolda, sebagian tertangkap tangan dan yang lain merupakan hasil pengembangan penyelidikan. Barang bukti sudah dikumpulkan dan saat ini telah dibawa ke laboratorium forensik (labfor) untuk didalami.
Pada Jumat (02/10/2020), Tim Labfor Polda Papua melakukan pemeriksaan TKP pembakaran bangunan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupten Keerom dan Kantor Badan Pemerintahan Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom.
Kesimpulannya, lokasi api pertama pembakaran berada di ruang bagian dalam sisi tenggara kantor Disnaker dan di ruang bagian dalam sisi timur Kantor BPMK.
Barang bukti yang diamankan berupa abu arang sisa kebakaran pada bagian dalam ruang kantor dan botol bekas minuman yang diduga berisi akseleran premium serta potongan besi yang digunakan untuk menyulut api.
Selanjutnya, Sabtu (04/10/2020) Tim Identifkasi Polda Papua olah TKP dan membuat sketsa TKP. Polisi kembali mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca jendela, pecahan botol jenever yang berisikan bensin, batu, jerigen.
Proses penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Keerom berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/230/X/2020/SPKT Keerom tanggal 2 Oktober 2020.
Peristiwa itu bermula dari kekecewaan tas hasil seleksi CPNS formasi 2018. Kuota 80 persen yang harusnya diberikan kepada warga asli Papua, malah tidak sesuai.
Ratusan massa lalu merusak Kantor Bupati Keerom. Kaca-kaca pecah kena lemparan batu. Sementara Kantor Disnaker dan BPMK Kabupaten Keerom dibakar habis. (Salmawati Bakri)