Reynold Ubra; Dua Pasien Positif Corona di Timika Adalah Import Case
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian corona virus baru (covid-19) Mimika, Reynold Ubra
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian corona virus baru (covid-19) Mimika, Reynold Ubra

Papua60detik - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian corona virus baru (covid-19) Mimika, Reynold Ubra membenarkan dua pasien telah dinyatakan positif covid-19 di Timika pada Minggu (29/03/2020) Malam.

Kedunya, kata Reynold, merupakan import case atau dibawa dari luar Timika, bukan transmisi atau penularan lokal.

"Mereka adalah penduduk Mimika yang ada di luar Timika kemudian kembali ke Timika kemudian mengalami gejala-gejala dan juga memiliki faktor risiko dan saat diperiksa mereka positif covid-19. Mereka berdua import case," kata Reynold.

Dari empat sampel yang telah dikirim, satu pasien, anak 1 tahun 11 bulan dinyatakan negatif, 2 pasien positif, satu sampel lagi masih menunggu hasil uji laboratorium. Dengan ditemukannya pasien positif, maka Mimika saat ini outbreak covid-19.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Timika sebanyak 13 orang, 7 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 19 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Angka ini sedikit berbeda dengan data Satgas Penanganan Covid-19 Papua yang mencatat PDP di Mimika sebanyak 4 orang dan ODP 32 orang.

"Apa yang akan kami lakukan? Yaitu tracing kontak baik kontak erat dari pasien 01 dan 02 di Kabupaten Mimika maupun memantau kira-kira pada lokasi mana saja orang tersebut pernah berkunjung. Kami akan coba mencari tahu lokasinya untuk coba memastikan di situ tidak terjadi transmisi (penularan) lokal," kata Reynold.

Untuk menghindari transmisi lokal, ia berpesan agar masyarakat Mimika tetap di dalam rumah rajin cuci tangan, mempraktikkan social  distancing dengan menghindari kerumunan dan physical distancing dengan saling menjaga jarak.

"Kasus ini bisa dihentikan kalau masyarakat Mimika dengan bijaksana bisa tetap ada di dalam rumah dan berikan kami kesempatan untuk mecari kontak," pesan Reynold.

Hal terpenting, katanya, masyarakat jangan menstigma dan mendiskriminasi pasien covid-19 dan keluarganya. Stigma dan diskriminasi hanya akan menghambat upaya memutus mata  rantai penularan terutama penularan lokal.

Kabar baiknya, sebanyak 150 buah baju hazmat dan peralatan perlindungan diri telah tiba di Timika pada Minggu sore. Reynold mengatakan, masih menunggu kebijakan Kementerian Kesehatan dalam penggunaan rapid test di daerah. Rapid test akan mempercepat langkah penabganan khususnya upaya pencegahan penyebaran virus.

"Tidak boleh panik, tetap waspada, tinggal di dalam rumah, cuci tangan, pakai masker, lakukan physical dan social distancing," pesannya. (Burhan)