Satgas Covid-19 Papua Minta Kabupaten Kota Rutin Laporkan Data
Papua60detik - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua meminta setiap kabupaten kota rutin melaporkan data perkembangan penanganan covid-19 di masing-masing wilayahnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule mengungkap, dari 29 kabupaten kota, tak semuanya secara rutin melaporkan data harian penanganan covid-19.
"Kami butuh data. Data ini sangat penting bagi kami untuk melakukan langkah-langkah taktis. Data ini penting bagi kami untuk membuat analisis dan menyampaikan ke pimpinan daerah agar kebijakan bisa dibuat. Jika kita tak punya data, sulit membuat kebijakan yang tepat," kata Sumule, Minggu (26/04/2020) malam.
Melalui data harian dari sertiap kabupaten/kota, jelasnya, Satgas Covid-19 di tingkat provinsi bisa menganalisa kapan masa puncak pandemi di Papua. Analisa demikian penting untuk menyusun rencana pengadaan peralatan kesehatan maupun fasilitas penunjang lain.
Ia mencontohkan, sebuah analisa menyebut Papua akan mencapai puncak pademi pada Juni mendatang dengan perkiraan jumlah pasien positif sebanyak 450 orang. Jika ratusan pasien positif tersebut diasumsikan harus dirawat di rumah sakit, maka Satgas Covid-19 Papua sudah harus merencanakan peralatan dan kesiapan tempat isolasi.
"Data ini penting dari sisi kami di bagian medis agar bisa tahu kapan puncaknya. Data ini juga penting untuk kita bisa siapkan APD, rapid test dan pemeriksaan PCR. Mohon kepada teman-teman di kabupaten kota rutin mengirimkan data kepada kami di provinsi," pesan Sumule.
Hingga Minggu (26/04/2020), sudah 42 kasus positif covid-19 ditemukan di Provinsi Papua. 38 atau 27 persen di antaranya telah dinyatakan sehat dan 7 atau 5 persen meninggal dunia.
Temuan kasus positif tersebar di 11 kabupaten kota, paling banyak ditemukan di Kabupaten Mimika, yaitu 41 kasus.
Sumule menambahkan, transmisi atau penularan lokal covid-19 sudah ditemukan di tujuh wilayah, yakni Kabupaten Mimika, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Merauke, Sarmi dan Mamberamo Tengah.
Jumlah tersebut, jelas Sumule, terus bergerak dinamis seiring hasil pemeriksaan PCR di Balitbangkes Jayapura.
"Besok atau lusa bisa berubah karena kiriman sampel dari hari ke hari semakin bertambah," katanya. (Burhan)