Seorang Anak Jadi Korban Kontak Tembak TNI-Polri dan TPNPB
Meinus yang jadi korban dalam baku tembak antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM di Kampung Jalae, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (26/10/2020)
Meinus yang jadi korban dalam baku tembak antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM di Kampung Jalae, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (26/10/2020)

Papua60detik - Seorang anak berusia enam tahun bernama Meinus terkena peluru tajam saat terjadi insiden baku tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan TPNPB-OPM di Kampung Jalae, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (26/10/2020) kemarin pagi.

Korban sudah dievakuasi ke Timika dan menjalani operasi di RSUD Mimika. Ia didampingi dua orang keluarganya dari Bandara Bilorai ke Timika menggunakan Helicopter Bell Polri (P-3003), Senin (26/10/2020) sekitar pukul 11.26 WIT.

"Memang benar. Tapi pihak rumah sakit hanya melakukan penanganan medis. Sekarang, selebihnya bisa langsung ditanyakan ke aparat," kata Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena melalui sambungan panggilan WhatsApp, Selasa (27/10/2020) siang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan bahwa, kondisi korban saat ini mulai membaik dan tengah menjalani perawatan intensif.

"Masih di RSUD. Korban sudah membaik," singkatnya dalam pesan WhatsApp yang diterima Papua60detik, Selasa siang.

Kamal mengatakan, aparat gabungan TNI-Polri telah melakukan penindakan penegakkan hukum kepada KKB yang kerap menjadikan masyarakat dan anak kecil sebagai tameng hidup saat kontak tembak.

"Kita terus melakukan penyelidikan. Kita usahakan yang terbaik untuk kesembuhannya (Meinus-red) sehingga dapat diambil kesaksian utuh atas kekejian kelompok bersenjata," ujarnya.

Senada dengannya, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan bahwa Meinus mengalami luka di bagian pinggang kiri karena rekoset.

"Setelah kontak tembak, aparat menemukan di TKP ada seorang anak kecil terkena rekoset dan satu anggota KKB yakni Rufinus (ia sebut Rubinus) tewas. Dan adiknya bernama Hermanus Tipagau menyerahkan diri lalu kita amankan untuk penyelidikan," ujarnya. (Salmawati Bakri)