Seorang Warga Sipil Jadi Korban Penembakan di Nduga
Seorang warga sipil dievakuasi ke RSMM Timika setelah jadi korban penembakan di Kenyam, Kabupaten Nduga, Selasa (06/10/2020) pagi.
Seorang warga sipil dievakuasi ke RSMM Timika setelah jadi korban penembakan di Kenyam, Kabupaten Nduga, Selasa (06/10/2020) pagi.

Papua60detik - Seorang warga sipil jadi korban kekerasan bersenjata di Kenyam Kabupaten Nduga Papua pada Selasa (06/10/2020) pagi.

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangan tertulisnya menuding KKSB sebagai pelakunya. Kelompok ini menyebut diri TPNPB-OPM.

Suriastawa menceritakan, KKSB menyerang  pos TNI yang berada di Pasar Baru Kenyam Kabupaten Nduga. Setidaknya terjadi tiga kali tembakan dari  arah sungai depan Camp PT Dolarosa.

Pada saat yang sama melintas sebuah motor yang dikendarai korban menuju Camp PT Dolarosa untuk masuk kerja.

"Saat melintas pos, korban sudah diingatkan untuk berbalik arah karena sedang ada gangguan tembakan dari KKSB, namun korban tetap melanjutkan perjalanan. Saat gangguan tembakan KKSB terjadi lagi, korban baru berbalik arah namun korban terkena tembakan dan terjatuh," jelasnya.

Untungnya, nyawa korban yang bernama Yulius Wetipo ini selamat. Ia sudah dievakuasi ke Timika, Selasa siang dan langsung dirujuk ke RSMM Caritas karena mengalami luka tembak di pinggang kiri tembus ke punggung kanan.

Menurut Suriastawa, pada saat penyerangan, personel TNI di pos Pasar Baru Kenyam tidak ada yang membalas tembakan sehingga dipastikan kita korban terkena tembakan KKSB, diduga dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

"Korban atas nama Yulius Wetipo dievakuasi dengan pesawat Airfast PK-OCJ ke Timika untuk dirawat di RS Charitas Timika," kata Suriastawa

Ia menambahkan, KKSB sehari sebelumnya juga menyerang markas Kodim Persiapan, Kabupaten Intan Jaya. Tak ada korban dalam aksi itu.

"Pemerintah telah menerjunkan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) Intan Jaya untuk mengusut tuntas kekerasan yang terjadi beberapa waktu terakhir, tapi KKSB tetap saja berulah," ujarnya. (Salmawati Bakri)