Siapa Pelaku Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya ?
Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan

Papua60detik - Kekerasan bersenjata di wilayah Kabupaten Intan Jaya masih terus berlangsung.

Seorang pendeta, Yeremia Zanambani dikabarkan meninggal dunia setelah ditembak di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya Sabtu, (19/09/2020) sekitar pukul 18.00 WIT.

Soal siapa pelaku penembakan terhadap almarhum, TNI dan TPNPB saling tuding.

Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan, tudingan yang menyebutkan TNI  sebagai pelaku penembakan adalah fitnah.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Dan inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta," kata Suriastawa.

Meski mengaku belum mendapat laporan detail kronologis kejadian, ia mengungkapkan, jenazah telah berada di rumah keluarga. Namun, pihak TNI dilarang mendekat untuk meminta keterangan pasti dari pihak keluarga.

"TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi kekejaman KKSB ini. Bahkan aparat keamanan yang ada di sana belum melihat jenazah secara langsung karena saat ini sudah ada di rumah dan keluarga tidak memperbolehkan TNI untuk mengambil keterangan," ujarnya.

Berbeda 180 derajat, Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM, Lekagak Telenggen melalui juru bicaranya, Sebby Sambom menyebut, aparat TNI sebagai pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani.

"Pelaku penembak pendeta adalah anggota TNI Polri, jadi TNI Polri jangan kambinghitamkan TPNPB," tulis Zebby lewat pesan singkat ketika dikonfirmasi.

Pada Minggu sore, Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia di akun laman facebook resminya juga telah merilis kabar meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani

"Ketua Klasis (Daerah) Hitadipa Kab Intan Jaya bernama Pdt Yeremia Zanambani diduga ditembak oleh aparat TNI dalam operasi militer. Pdt Zanambani ditembak kemarin sore sewaktu beliau ke kandang babinya," seperti tertulis di laman Facebook GKII Pusat.

Bagi GKII, kepergian Pendeta Yeremia Zanambani merupakan kesedihan mendalam. Almarhum adalah tokoh rohani yang luar biasa di antara orang Moni, penginjil yang setia dan berintegritas serta penerjemah Alkitab ke dalam Bahasa Moni.

Dalam laporan yang diterima GKII, akibat penembakan dan konflik yang terjadi, tujuh sampai delapan gereja kosong, semua jemaat lari ke hutan.

 

"Doakan karena ini merupakan pukulan berat bagi pelayanan GKII di Intan Jaya dan kami sungguh berdukacita kehilangan tokoh rohani bagi orang Moni. Doakan rencana pemakaman besok dan kiranya aparat dapat bijaksana dan berlaku adil dalam menjaga rakyat yang tidak berdosa," tulis GKII Pusat.

Beberapa hari terakhir, wilayah Intan Jaya memanas. dua warga sipil di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

Pada Senin (14/09/2020), dua warga sipil di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya tertembak. Keduanya selamat dan saat ini dirawat di Timika.

Tiga hari kemudian, Kamis (17/09/2020) seorang tukang ojek, Baidlawi dibacok menggunakan parang hingga lengan kirinya putus. Karena pendarahan hebat, korban akhirnya tewas di tempat.

Jenazah  telah diterbangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya, kelurahan Dawuhan RT 01 RW 4 Probolinggo, Jawa Timur.

Di hari yang sama, Serka Sahlan Babinsa Ramil 1404-06 yang sedang dalam perjalanan membawa logisti ditembak dan dibacok. Satu pucuk senjata laras panjang miliknya dilaporkan hilang.

Dan pada Sabtu (19/09/2020), salah satu prajurit Satgas Apter, Pratu Dwi Akbar Utomo meniggal dunia setelah terkena tembakan dalam sebuah kontak tembak di Intan Jaya. (Salmawati Bakri)