Situasi Tak Aman, 1500an Masyarakat Tinggalkan Kampungnya di Tembagapura
Papua60detik -Dalam tiga kali gelombang, 1500an warga sudah berhasil dievakuasi dari perkampungan Tembagapura ke Kota Timika.
Pada gelombang pertama dan kedua, Jumat (06/03/2020), sebanyak 957 warga dievakuasi. Selanjutnya pada Minggu (08/02/2020) malam, sebanyak 612 warga berhasil dievakuasi pada gelombang ketiga.
Warga meminta kepada aparat keamanan untuk dievakuasi menyusul kedatangan KKSB atau KKB di Tembagapura.
"Daripada masyarakat korban, lebih baik masyarakat turun ke Timika," kata tokoh masyarakat Mimika, Janes Natkime.
Menurutnya, kejadian 2017 silam juga menyisakan trauma bagi warga Tembagapura. Kala itu, salah seorang aparatur kampung Opitawak jadi korban kontak tembak antara KKB/KKSB dengan TNI-Polri.
Empat kampung di area Tembagapura; Banti I, Banti II, Kimbeli dan Opitawak saat ini menurutnya sudah kosong, ditinggalkan masyarakat.
"Semua sudah ada di sini," kata Janes.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengibaratkan KKB/KKSB sebagai awan hitam yang meresahkan warga. Tugas TNI-Polri, mengusir awan hitam tersebut.
Ia membenarkan trauma yang dialami warga atas peristiwa akhir 2017 hingga awal 2018 lalu.
"Terutama kaum perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan dari perbuatan dari kelompok tersebut," terang Kapolda.
Wakil Bupati MimikaYohanes Rettob menegaskan, status warga yang dievakuasi dari Tembagapura bukan pengungsi.
menjelaskan bahwa masyarakat yang kini sudah berada di Timika bukanlah sebagai pengunsi, melainkan masyarakat sendiri meminta kepada pemerintah untuk dipindahkan.
"Karena mereka merasa terganggu, tidak nyaman dan masih trauma dengan masa lalu," kata John.
Apabila kondisi telah kembali aman dan kondusif, janji Wabup, pemerintah akan memfasilitasi masyarakat kembali ke kampungnya masing-masing.
"Kami akan siapkan fasilitas untuk mereka kembali. Jadi kita harapkan semua normal kembali," katanya.
Sebagian besar yang dievakuasi adalah kaum perempuan dan anak-anak. Tidak ada tempat penampungan. Setelah didata, masyarakat diantar ke rumahnya atau rumah kerabatnya. (Tanto)