Sudah Terjadi Penularan Lokal Virus Corona di Timika
Papua60detik - Jumlah kasus positif virus corona baru (covid-19) di Kabupaten Mimika terus bertambah. Pada Sabtu (11/04/2020) dilaporkan penambahan enam kasus sehingga total 19 kasus positif covid-19 yang telah ditemukan di Timika.
Penambahan enam kasus ini juga memastikan telah terjadinya penularan lokal antar sesama warga.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menyebut, tiga di antara enam kasus baru yang dilaporkan merupakan trasmisi atau penularan lokal.
"Penularannya sesama warga Timika, yang sakit ke yang sehat tapi tidak punya riwayat perjalanan keluar. Dan yang sakit ini punya riwayat kontak dengan salah satu klaster, apakah itu klaster Lembang, Jakarta, Makassar ataupun Klaster Surabaya," jelas Reynold.
Dengan situasi penularan lokal, Gugus Tugas Mimika memutuskan mempublikasikan inisial dan alamat keenam pasien yang baru ditemukan. Warga diharapkan lebih hati-hati mengingat sebaran covid-19 hampir merata di wilayah Kota Timika.
Menurut Reynold, penularan covid-19 di Mimika masih berada di lereng kurva, belum lagi mencapai puncak. Artinya, trend penemuan kasus baru masih terus akan naik. Sebab itu warga Timika sebaiknya lebih waspada dan mengikuti anjuran pemerintah.
Dari enam kasus baru ini pula ditemukan klaster penularan baru, yaitu klaster Makassar dan Surabaya. Ia memastikan Klaster Makassar ini tak berhubungan dengan kegiatan keagamaan di Kabupaten Gowa Sulsel.
Tim Gugus Tugas telah mendapatkan kontak lebih dari 400 orang hasil penelusuran kontak dari 19 pasien. Sebagian besar yang didapatkan masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif tapi tak menunjukkan gejala klinis covid-19. OTG ini katanya, ada di sekeliling wargga Kota Timika.
Sayangnya, pemeriksaan kepada mereka yang bersratus OTG belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan pemerintah.
"Mestinya dengan tetap tinggal di rumah, dengan social dan physical diatancing, karantina sehat di rumah ini dapat mengendalikan atau mengurangi penularan. Kami mohon kebijaksaan dari masyarkat Timika, transmisi kita adalah transmisi lokal," imbau Reynold.
Paling mengkhawatirkan adalah di tengah situasi penularan lokal ini warga Timika masih beraktfitas seperti biasa, terutama dari pagi sampai siang. Rantai penularan ini hanya bisa terputus jika covid-19 jadi musuh bersama. Bahwa setiap upaya pemerintah mendapat dukungan warga.
Mimika sampai saat ini masih berstatus siaga menghadapi bencana wabah covid-19. Tapi tak menutup kemungkinan, kata Reynold, dalam perjalanan ke depan naik status menjadi tanggap darurat. Tim gugus tugas paling concern untuk mencegah penularan covid-19 sampai ke kampung-kampung. (Burhan)